6 menit membaca

*TAFSIR QS ALI IMRAN ayat 33-38*
Ustadz Muhammad Shoim
11 Rabi’ul Akhir 1447H / 4 Oktober 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ (33) ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (34)

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (yaitu) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa Allah Ta’ala memilih keluarga-keluarga tersebut atas semua penduduk bumi.

Allah memilih Adam ‘alaihissalam, untuk itu Dia menciptakannya dengan tangan (kekuasaan)-Nya, dan meniupkan ke dalam tubuh Adam sebagian dari roh-Nya, memerintahkan para malaikat bersujud kepadanya, mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu, dan menempatkannya di dalam surga, kemudian menurunkannya dari surga karena hikmah yang hanya diketahui oleh-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih Nuh ‘alaihissalam dan menjadikannya sebagai rasul pertama (Adam adalah Nabi, semua manusia masih bertauhid) untuk penduduk bumi. Dakwah nabi Nuh selama 950 tahun.

Pada saat manusia mulai menyembah berhala dan mempersekutukan Allah.

Kemudian Allah membela Nuh ‘alaihissalam setelah lama masa tinggalnya di kalangan kaumnya menyeru mereka untuk menyembah Allah siang dan malam hari, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun dengan terang-terangan. Akan tetapi, ternyata usahanya itu tidak menambah dekat kepada mereka, kecuali makin jauh.

Hanya ada sedikit kaum Nuh yang beriman,yaitu 80.

Maka Nuh ‘alaihissalam berdoa untuk kebinasaan mereka, dan akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menenggelamkan mereka semua hingga tidak ada seorang pun yang selamat kecuali orang-orang yang mengikuti agama yang diutus oleh Allah kepadanya.

Sehingga Nabi Nuh juga disebut Bapak nya umat manusia karena semua manusia saat ini keturunan Nabi Nuh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih keluarga Ibrahim yang dari kalangan mereka lahir penghulu manusia, penutup semua nabi (yaitu Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam).
Nabi Musa adalah keturunan Nabi Yakub.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih keluarga Imran;

Ada yang bilang Imran disini adalah Imran bin Lawi bin Yakub bin Ibrahim. Nama lain Yakub adalah Israil.

Beliau memiliki 12 putra yang menjadi asal-usul 12 kabilah Bani Israil. Mereka adalah:

1. Ruben (Raubain / Reuben)
2. Syam‘un (Shimeon / Syam‘un)
3. Lewi (Levi / Lawi)
4. Yahuda (Judah / Yehuda) → dari keturunannya lahir para nabi dan Bani Israil, termasuk Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, hingga Nabi Isa عليه السلام.
5. Zebulun (Zabulun / Zabulun)
6. Isakhar (Yissakar / Yasakir)
7. Dan (Daan / Dan)
8. Naftali (Naftali / Naftali)
9. Gad (Jad / Gad)
10. Asyer (Asher / Asyir)
11. Yusuf (Joseph / Yusuf عليه السلام) → seorang nabi yang kisahnya panjang dalam Al-Qur’an (QS. Yusuf).
12. Bunyamin (Benjamin / Binyamin)
👉 Dari 12 putra ini, keturunannya disebut Asbāṭ (suku-suku Bani Israil),

Yang lebih kuat, yang dimaksud dengan Imran dalam ayat ini ialah orang tua Maryam, ibu Nabi Isa ‘alaihissalam

Jarak dua Imran ini adalah 1080 tahun.

Keluarga pilihan ini keturunan dari keluarga pilihan. Dan selaku diatas Islam

Dan ini adalah bantahan kepada Yahudi yang mengatakan bahwa Mereka keturunannya Nabi Yakub tetapi dibantah Allah, Bahwa mereka hanya keturunan nasab tapi jauh dari Islam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِذْ قَا لَتِ امْرَاَ تُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَـكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“(Ingatlah), ketika istri `Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 35)

Istri Imran ini adalah Ibunda Maryam yaitu Hannah binti Fahudza. Wanita sholeh, ahli Ibadah.

Hannah adalah seorang wanita yang lama tidak pernah hamil (mandul) , lalu pada suatu hari ia melihat seekor induk burung sedang memberi makan anak-anaknya, akhirnya ia menginginkan punya anak. Kemudian ia berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga Allah menganugerahinya seorang putra, dan Allah memperkenankan doanya itu. Ketika suaminya menggaulinya, maka hamillah ia.

Setelah masa hamilnya telah tua, maka ia bernazar bahwa anaknya kelak akan dipersembahkan untuk berkhidmat kepada Baitul Maqdis. Untuk itu ia berkata, seperti yang disebutkan firman-Nya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu, terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Ali Imran: 35)

Kenapa Nadzar? Karena beliau ingin bersyukur diberi keturunan karena sebenarnya mandul. Inilah nadzar yang benar, bukan nadzar yang pelit.

Ketika seseorang berdoa hendaklah dengan penuh keyakinan, jangan sampai ada keraguan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَا لَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَاۤ اُنْثٰى ۗ وَا للّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ ۗ وَ لَيْسَ الذَّكَرُ كَا لْاُ نْثٰى ۚ وَاِ نِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِ نِّيْۤ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

“Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. “Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak-cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 36)

Ternyata harapan Hannah yang ingin anak laki-laki (untuk berkhidmat di Baitul Maqdis) tidak dikabulkan Allah, dan Lahir perempuan bernama Maryam.

Peran orang tua sangat besar dalam mendidik anak untuk menjadi anak sholeh.
Terutama Ibu.

وَإِنِّي سَمَّيْتُها مَرْيَمَ
Sesungguhnya aku telah menamainya Maryam. (Ali Imran: 36)

Di dalam ayat ini terkandung makna boleh menamai anak di hari kelahirannya secara langsung, seperti yang tersirat dari makna lahiriah ayat. 
Pemberian nama bayi yang tepat adalah setelah dilahirkan bukan menunggu saat Aqiqah.

Dan yang penting adalah mendoakan keselamatan bayi dari gangguan setan. Memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mengumandangkan adzan dan iqamah kepada bayi yang baru lahir itu riwayat nya lemah.

Dan inilah sebab Maryam dan Isa alaihissalam tidak menangis saat dilahirkan,yaitu doa oleh Hannah bin Fahudza.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:
“مَا مِنْ مَوْلُود إِلَّا وَقَدْ عَصَرَهُ الشَّيطانُ عَصْرَةً أَوْ عَصْرَتَيْن إِلَّا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ وَمَرْيمَ”. ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ}

Tiada seorang bayi pun melainkan setan telah mencubitnya sekali atau dua kali, kecuali Isa ibnu Maryam dan Maryam sendiri. Kemudian Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam membacakan firman-Nya: Dan sesungguhnya aku melindungkannya serta anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk. (Ali Imran: 36)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda:
“كُلُّ بَنِي آدَمَ يَطْعنُ الشَّيْطَانُ فِي جَنْبِه حِينَ تَلِدهُ أمُّهُ، إِلَّا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ، ذَهَبَ يَطْعَنُ فَطَعَنَ فِي الحِجَاب”
Semua anak Adam pernah ditusuk oleh setan pada lambungnya ketika dilahirkan oleh ibunya, kecuali Isa ibnu Maryam; setan pergi untuk menusuknya, tetapi yang ditusuknya hanyalah hijab (penghalang).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُوْلٍ حَسَنٍ وَّاَنْۢبَتَهَا نَبَا تًا حَسَنًا ۙ وَّكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۗ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَا بَ ۙ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۚ قَا لَ يٰمَرْيَمُ اَنّٰى لَـكِ هٰذَا ۗ قَا لَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَآءُ بِغَيْرِ حِسَا بٍ

“Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 37)

Doa Hannah Allah kabulkan, yaitu menjadi ahli ibadah di Baitul Maqdis.
Setelah Imran meninggal, maka Zakaria terpilih untuk menjaga Maryam, yang istrinya adalah Asyah binti Fahudza – saudara Hannah binti Fahudza (Ibu Maryam).

Allah yang akan menjamin rezeki setiap makhluk Allah. Setan lah yang menakut-nakuti dengan kefakiran.

Maryam yang tidak bekerja dan fokus ibadah selalu mendapatkan rezeki yang banyak. Buah-buahan yang kadang keluar di luar musim buah tersebut.

Saat itulah Zakaria akhirnya ingin punya keturunan karena melihat Maryam yang dapat rezeki yang banyak dan lahir dari ibu yang dikenal mandul.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُنَا لِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَا لَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَآءِ”Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 38)

Semoga bermanfaat.

#tafsir #salaf #sunnah #islam #tauhid #anak #nadzar

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?