Diterbitkan pertama kali pada: 15-Feb-2025 @ 04:36

5 menit membaca

*FIQIH ZAKAT KONTEMPORER*
Ustadz Ammi Nur Baits
16 Sya’ban 1446H / 14 Februari 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

❗Para ulama beda pendapat hukum tidak bayar zakat.
1. Keluar dari islam bila dia tidak meyakini kewajiban bayar zakat
2. Dosa sangat besar, Karena tidak membayar zakat dengan berbagai alasan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ الْاَ حْبَا رِ وَا لرُّهْبَا نِ لَيَأْكُلُوْنَ اَمْوَا لَ النَّا سِ بِا لْبَا طِلِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ وَا لَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَا لْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَلِيْمٍ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 34)

Selanjutnya…

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَا رِ جَهَـنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ ۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَ نْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ
“(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.””
(QS. At-Taubah 9: Ayat 35)

Di ayat lain..

Qs Ali Imran 180 yang dalam hadits, harta yang disimpan berubah jadi ular yang botak (karena banyak bisa).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasululah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتَيْهِ – يَعْنِي بِشِدْقَيْهِ – ثُمَّ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ، ثُمَّ تَلاَ: (لَا يَحْسِبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ) ” الآيَةَ

”Barangsiapa yang Allah Ta’ala berikan harta, namun tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti harta tersebut akan dijelmakan dalam bentuk ular jantan yang ganas. Ular itu memiliki dua taring yang akan mengalunginya. Kemudian ular tersebut akan memakannya dengan kedua rahangnya, kemudian berkata, ’Aku adalah hartamu, aku adalah emas dan perakmu’ …”

Lalu, beliau shallallahu ’alaihi wasallam membaca surah Ali Imran ayat 180,

وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْراً لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

”Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.” (QS. Ali Imran: 180) (HR. Bukhari)

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أحدثكم حديثا فاحفظوه: إنما الدنيا لأربعة نفر: عبد رزقه الله مالاً وعلمًا فهو يتقي فيه ربه ويصِلُ فيه رحمه ويعلم لله فيه حقًّا، فهذا بأفضل المنازل، وعبد رزقه الله علمًا ولم يرزقه مالاً فهو صادق النية يقول لو أن لي مالاً لعملت بعمل فلان، فهو بنيته، فأجرهما سواء، وعبد رزقه الله مالاً ولم يرزقه علمًا فهو يخبِط في ماله بغير علم لا يتقي فيه ربه ولا يصل فيه رحمه ولا يعلم لله فيه حقا، فهذا بأخبث المنازل، وعبد لم يرزقه الله مالاً ولا علمًا فهو يقول لو أن لي مالاً لعملت فيه بعمل فلان، فهو بنيته، فوزرهما سواء

“Aku akan sampaikan kepada kalian sebuah hadis, maka ingatlah! Sesungguhnya dunia diisi oleh empat golongan orang:

(1) Seorang hamba yang dikaruniai oleh Allah harta dan ilmu. Dengan ilmu itu ia bertakwa kepada Allah, ia dapat menggunakannya untuk menyambung silaturahmi, dan ia mengetahui bahwa Allah memiliki hak padanya. Ini adalah tingkatan yang paling baik.

(2) Seorang hamba yang diberi Allah ilmu, tetapi tidak diberi harta. Namun, ia memiliki niat yang benar sambil berkata, ‘Andai saja aku memiliki harta, niscaya aku akan melakukan amalan seperti si Fulan.’ Maka, ia (mendapatkan pahala) berdasarkan apa yang dia niatkan. Sehingga keduanya mendapatkan pahala yang sama.

(3) Seorang hamba yang diberikan harta, tetapi Allah tidak memberikannya ilmu. Ia menggunakan hartanya tanpa ilmu. Ia tidak menggunakan hartanya dalam takwa kepada Allah, ia tidak menggunakan untuk menyambung silaturahmi, dan ia juga tidak tahu bahwa Allah memiliki hak atas hartanya. Dan inilah tingkatan terburuk.

(4) Seorang hamba yang tidak diberikan Allah harta maupun ilmu, namun ia berkata, ‘Andai aku memiliki harta, tentu aku akan melakukan apa yang dilakukan Fulan.’ Maka, ia berdasarkan niatnya. Sehingga bagi keduanya, mendapatkan dosa yang sama.” (HR. Tirmidzidan Ahmad)

Orang ketiga – tidak tahu kewajiban hartanya.

Orang yang berikan uang tanpa niat zakat maka tidak dianggap zakat.
Niat harus ada sebelum beramal.

🔹Macam Harta
1. Liquid – emas, perak, dan turunnya yaitu uang.
2. Non Liquid.
2.1 tidak dikembangkan – dipakai untuk pribadi atau disewakan. Mal Qinyah.
2.2 dikembangkan – dikenai kewajiban bayar zakat.

Harta khusus..

Hasil pertanian
Hasil ternak
Rikaz (temuan)

➡️ Zakat Mal

Berlaku untuk harta Liquid.

Dari ‘Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَىْءٌ – يَعْنِى فِى الذَّهَبِ – حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ

“Bila engkau memiliki dua ratus dirham dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat sebesar lima dirham. Dan engkau tidak berkewajiban membayar zakat sedikit pun –maksudnya zakat emas- hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Bila engkau telah memiliki dua puluh dinar, dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Dan setiap kelebihan dari (nishob) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu.”

1 dinar=10 dirham.

0.5 dinar dari 20 dinar
5 dirham dari 200 dirham, maka sama dengan 1/40 atau 2.5%.

20 dinar // 1 dinar = 4.25 gr emas
20 x 4.25 gr = 85 gr emas (nishab emas)

Nishab perak = 595 gr perak.
200 x 2,975 gr perak.

Jika konversi uang.

85 gr emas x 1.71 jt (harga jual) = 145 juta.

595 gr perak x 20 ribu = 12 juta rupiah.

Nishab emas jauh lebih tinggi dari Nishab perak.

✅ Beda pendapat pakai Nishab yang mana?

1. Pakai yang paling murah – ini pendapat jumhur ulama.

2. Pilih yang stabil yaitu emas. Yaitu 145juta.
Ini pendapat yang dipakai MUI.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِلَى اليَمَنِ، فَقَالَ: ادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ، فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدِ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ، فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ

“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Mu’adz radhiyallahu ‘anhu ke negeri Yaman, beliau berkata, ‘Ajaklah mereka kepada syahadah (persaksian) bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah, kecuali Allah; dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka telah menaatinya, maka beritahukanlah bahwa Allah mewajibkan atas mereka salat lima waktu sehari semalam. Dan jika mereka telah menaatinya, beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka sedekah (zakat) dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan hadits ini, maka nishab yang lebih tepat adalah dengan nishab emas.

Orang kaya = muzaki sedangkan mustaliq = penerima zakat.

✅ Teknis hitung zakat mal.

1. Zakat itu untuk tabungan bukan pendapatan.

Misal – gaji 30 jt / bulan. X 12 = 360 juta. Ini salah karena bukan nishab yang mengendap.

2. Zakat harus sudah nishab. Orang yang bayar sebelum nishab maka seperti orang sholat sebelum waktunya.

Zakat profesi – harus dihitung dulu uang yang mengendap.

3. Zakat tiap tahun. Kec hasil pertanian yang cukup sekali.
Zakat peternakan juga wajib bayar zakat tiap tahun.

Ada orang yang punya kekuatiran kalau bayar zakat terus lama-lama harta berkurang terus.. Berhenti nya dibawah nishab.

➡️ Hitung zakat mal.

1. Utang piutang. Harus bayar hutang dulu sisa nya di zakati.

Hutang tak bisa kurangi hitungan harta wajib zakat.

Jumlah uang + tabungan + piutang lancar – utang ❌. (utang gak usah dihitung)

Misal punya 200 jt hutang KPR 300 jt, maka jadi minus. Ini salah.

Yang mungkin adalah 200 – cicilan bulanan (30) = 170 jt, ini yang di zakati.

Piutang lancar zakat nya rutin tiap tahun.
Piutang tak lancar zakat nya sekali saat bayar lunas (Imam Malik, Umar bin Abdul Aziz).

✅ Yang benar..

Uang + tabungan +piutang lancar +uang digital +stok dagangan

➡️ Haul.. Dihitung tanggal Hijriyah.

Pendapat hanafiyah – dihitung pada pertama saat capai nishab – walaupun harta sempat turun dari nishab. Kalau sampai Haul tetap diatas nishab maka bayar zakat…

Untuk emas yang bukan emas murni.
Maka perlu dikonversi ke emas 24 karat.

Misal 20 gr emas 18 karat = 18/24 x 20 gr = 15 gr.
Dst..

Semoga bermanfaat.

#fiqih #muamalah #ibadah #sunnah #salaf #zakat #mal #emas #perak #zakatprofesi

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?