MOTIVASI AKHLAK MULIA
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 21:03
4 menit membaca*MOTIVASI AKHLAK MULIA*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
8 Dzulqaidah 1441 H
*Hadits 1*
Abdullah bin Salam meriwayatkan, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
يَا أيُّهَا النّاسُ أفْشُوا السَّلام، وَأْطعِمُوا الطْعَامَ، وَصِلُوا الأْرحامَ، وَصَلُّوا والنَّاس نيامٌ، تَدْخُلوا الجُنَّة بسلام .
Hai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah makanan, hubungkanlah sanak keluarga,dan dirikanlah shalat ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.
Al fusu = tersebar sebar salam meskipun hanya terpisah oleh pohon….
Orang Islam yang terbaik, adalah orang yang yang memberi salam kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal.
Kerabat ada 3:
1. Karena persusuan
2. Karena nasab (ini yang dimaksud dengan rahim)
3. Karena pernikahan
Adapun teman kantor, teman sekolah bukan rahim…
Siapa yang lebih utama, untuk sambung silaturahim :
1. Yang terdekat
2. Yang paling membutuhkan
3. Yang baper.
Sarana : telpon, bantuan.. Dll.
3. *Memberi makan*, banyak ayat dan hadits yang menjelaskan keutamaan amalan memberi makan.
4. Shalat malam ketika orang lain sedang tidur supaya lebih khusyu, hati lebih cocok dengan amalan.
5. Niscaya masuk surga dengan selamat.
A. Selamat dari kekurangan
B. Diberi ucapan selamat oleh Allah, malaikat dan sesama penghuni surga.
سَلَـٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ
(sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
سَلَـٰمٌۭ قَوْلًۭا مِّن رَّبٍّۢ رَّحِيمٍۢ
(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
Ibadah memberi salam, memberi makan, sambung silaturahim ibadah yang berkaitan dengan orang lain sehingga pahalanya banyak.
*Hadits 2.*
عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْمٍ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِي رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ للهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad-Daari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim)
Agama adalah nasihat (3x),seakan-akan agama seluruhnya adalah nasihat. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda perhatian dengan nasihat.
Nasihat, secara bahasa.
1. Seorang lelaki nasihat bajunya (menjahit bajunya)
2. Jika engkau memurnikan madu (dibersihkan dari kotorannya).
Secara istilah, adalah menghendaki kebaikan bagi yang dinasihati.
Baju dijahit = diperbaiki
Madu dibersihkan = hilangkan yang buruk2.
Jarid bin Abdillah.. : bersikap terbaik pada setiap muslim.
Nasihat kepada Allah maksudnya melakukan yang terbaik kepada Allah.
Maksudnya adalah engkau menjalankan perintah Nya dan menjauhi larangan, menjadi orang terbaik di hadapan Allah.. Kalau berdosa segera istighfar.
Nasihat kepada Alqur’an : dibaca, dipelajari tafsir, diamalkan, meluruskan penafsiran yang salah.
Kepada Rasulullah :
— agungkan sunnah2 nya
– menjalankan perintah
– jauhi larangan nya.
Nasihat bagi kaum muslimin.
Ada perbedaan dalam metode menasihati para pemimpin dengan orang-orang awam m
Imam (pemimpin)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِيْ سُلْطَانٍ فَلاَ يُبْدِهِ عَلاِنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِيْ عَلَيْهِ
“Barang siapa ingin menasihati seorang penguasa maka jangan ia tampakkan terang-terangan, akan tetapi hendaknya ia mengambil tangan penguasa tersebut dan menyendiri dengannya. Jika dengan itu, ia menerima (nasihat) darinya maka itulah (yang diinginkan, red.) dan jika tidak menerima maka ia (yang menasihati) telah melaksanakan kewajibannya.” (Sahih, HR. Ahmad, Ibnu Abu ‘Ashim)
Juga nasihat bagi person : istri, anak, teman, kerabat..
Tujuan nasihat :
Agar dia lebih baik.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata :
Menghormati penguasa dengan penghormatan semestinya terutama saat dia di depan banyak orang (berbeda dengan kepada orang awam)
Termasuk para imam (penguasa), mencakup pemimpin dalam urusan dunia dan pemimpin dalam urusan agama (ulama).
*Hadits 3*
Dari Abu Hurairah
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Takwa mencukup akhlak yang baik.
Takwa juga mencakup ibadah kepada manusia.
Akhlak mulia disebutkan khusus karena ada makna khusus dan penting untuk diperhatikan.
Wanita shalehah?
Allah shallallahu ‘alaihi wa sallam berfirman,
فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ
“Wanita (istri) salihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (an-Nisa: 34)
*Hadits 4*
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ،
“Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. .” (Hasan secara sanad)
Isya bahwa sering seorang mukmin tidak bisa melihat keburukannya sendiri. Mudah bagi seseorang untuk menilai saudaranya.
Seorang mukmin sejati bener-bener jadi cermin dan tidak menutupi.
Kalau ada salah maka harus diingatkan, tidak boleh dibiarkan.
*Hadits 5*
Diantaranya juga sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
المؤمنُ الذي يخالطُ الناسَ ويَصبرُ على أذاهم خيرٌ منَ الذي لا يُخالطُ الناسَ ولا يصبرُ على أذاهمْ
“Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka” (HR. At Tirmidzi 2507, Al Bukhari)
Orang mukmin yang bergaul lebih baik dari pada mukmin yang menyendiri.
Yang paling bagus adalah sifat pertengahan, buka secukupnya dan tidak menutup semuanya.
*Hadits. 5*
اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِيْ فَأَحْسِنْ خُلُقِيْ
“Ya Allah sebagaimana Engkau telah menciptakanku dengan baik maka perbaiki pula akhlakku.” (HR. Ahmad, dishahihkan al-Albani dalam al-Irwa’, 1/115)
Doa ini tawasul dengan kebaikan Allah yang telah ciptakan menciptakan manusia dalam bentuk terbaik.
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍۢ
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Hati(akhlak) harus lebih diutamakan dari pada fisik kita..
##$$-aa-$$##

