PEMBUKA DAN PENGHALANG HIDAYAH
Diterbitkan pertama kali pada: 23-Jun-2024 @ 08:01
4 menit membaca*PEMBUKA DAN PENGHALANG HIDAYAH*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
16 Dzulhijjah 1445 H/23 Juni 2024
Hidayah dan lawannya kesesatan adalah masalah besar.
Hidayah adalah takdir yang paling baik. Nikmat terbesar adalah diberi takdir hidayah.
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah – pemberian hidayah dan penyesatan adalah jantung dari perkara takdir.
Hidayah secara bahasa – ada didepan untuk menuntun.
Dalam Al-Qur’an banyak – dalam bentuk amr misal ihdinaa shirothol mustaqim.
✅ Hidayah – tingkatan nya
🔹1. Secara umum supaya hindari mudhorot untuk dirinya.
Misalnya burung bisa membuat sarang burung.
Bayi ketika lahir langsung bisa menyusu.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
قَالَ رَبُّنَا ٱلَّذِىٓ أَعْطَىٰ كُلَّ شَىْءٍ خَلْقَهُۥ ثُمَّ هَدَىٰ
Musa berkata: “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.
Surat Ta-Ha (20) Ayat 50
🔹2. Hidayah dengan makna penjelasan. Bentuknya adalah petunjuk untuk kemaslahatan akhirat. Ditujukan untuk mukallaf, orang yang diberi kewajiban untuk menjalankan syariat.
Tidak mesti orang yang diberi petunjuk ini otomatis beriman dengan mengikuti petunjuk tersebut serta menjalankannya. Seperti yang Allah sebutkan dalam dua ayat berikut.
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَـٰهُمْ فَٱسْتَحَبُّوا۟ ٱلْعَمَىٰ عَلَى ٱلْهُدَىٰ فَأَخَذَتْهُمْ صَـٰعِقَةُ ٱلْعَذَابِ ٱلْهُونِ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.
Surat Fusshilat (41) Ayat 17
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُـضِلَّ قَوْمًاۢ بَعْدَ اِذْ هَدٰٮهُمْ حَتّٰى يُبَيِّنَ لَهُمْ مَّا يَتَّقُوْنَ
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah mereka diberi-Nya petunjuk sehingga dapat dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 115)
Bila orang yang diberi hidayah berpaling.
Maka Allah cabut.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذٰلِكَ بِاَ نَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّـعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ ۙ وَاَ نَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 53)
❗Tidak semua orang bisa gunakan petunjuk.
Hati manusia tidak bisa dipaksa oleh orang lain, Allah lah yang menguasainya.
إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Surat Al-Qashash (28) Ayat 56
Hidayah itu ada sebabnya. Dan ini adalah rahasia Allah.
Contoh besar adalah paman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Abu Thalib yang banyak membantu dakwah Nabi ﷺ namun akhirnya tetap kufur.
Dan Allah mengetahui orang yang berhak mendapatkan petunjuk.
🔹3. Hidayah yang bentuknya taufik/ilham.
Yang ini orang yang dapat petunjuk akan ikuti dan amalkan.
Contohnya berkumpul nya orang di majelis ilmu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
“Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. At-Taghabun 64: Ayat 11)
➡️ Unsur hidayah taufik/irsyad.
1. Petunjuk Allah (perbuatan Allah)
2. Ada gerakan hati untuk ikuti dan jalankan petunjuk tersebut. (perbuatan hamba).
Itulah sebabnya kita harus bersyukur dan dilarang sombong.
❗Perbuatan hamba adalah atsar dari perbuatan Allah.
Sebagaimana yang Allah sebutkan.
مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِى ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.
Surat Al-A’raf (7) Ayat 178
🔹4. Petunjuk untuk sampai dalam surga dan petunjuk sampai ke neraka pada hari kiamat kelak…
Kelak akan dikumpulkan dengan sejawatnya.
۞ ٱحْشُرُوا۟ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ وَأَزْوَٰجَهُمْ وَمَا كَانُوا۟ يَعْبُدُونَ
(kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,
Surat As-Saffat (37) Ayat 22
۞ ٱحْشُرُوا۟ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ وَأَزْوَٰجَهُمْ وَمَا كَانُوا۟ يَعْبُدُونَ
(kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,
Surat As-Saffat (37) Ayat 22
كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ
yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.
Surat Al-Hajj (22) Ayat 4
Allah gunakan kata yang halus (yahdi) untuk hinakan mereka.
Begitu juga yang Allah sebutkan dalam QS Muhammad ayat 4-6.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
سَيَهْدِيْهِمْ وَيُصْلِحُ بَا لَهُمْ
“Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,”
(QS. Muhammad 47: Ayat 5)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَيُدْخِلُهُمُ الْجَـنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ
“dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 6)
✅ SEBAB DAPAT HIDAYAH TAUFIK dan Ilham (martabat 3).
1. Ingin mendapatkan dan amalkan petunjuk. Itulah fungsinya ilmu.
Iman dan beramal sholeh.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ يَهْدِيْهِمْ رَبُّهُمْ بِاِ يْمَا نِهِمْ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya.”
(QS. Yunus 10: Ayat 9)
Maka dari itu simpan ilmu yang haq.
Syubhat tidak antar kita pada hidayah taufik. Maka dari itu hindari syubhat dan debat.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا (66) وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka, “Bunuhlah diri kalian atau keluarlah kalian dari kampung kalian,” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka); dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus. Qs An-Nisa, ayat 66-68.
2. Berdoa kepada Allah untuk meminta hidayah.
اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعَفَافَ، وَالغِنَى
Allaahumma innii as-alukal hudaa, wat-tuqoo, wal ‘afaaf, wal ghinaa.
Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.
HR. Muslim.
Berdoa dengan hati dan sungguh-sungguh.
Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan..
Wahai hamba-hambaKu, setiap orang dari kalian sesat kecuali yang Aku berikan petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepadaKu niscaya Aku beri petunjuk kepada kalian.
3. Berusaha
Jaga hidayah sunnah yang sudah kita miliki.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


