Diterbitkan pertama kali pada: 28-Apr-2024 @ 06:20

7 menit membaca

*ᎯⅅᎯℬ ℳᎯᏦᎯℕ ⅅᎯℕ ℳℐℕUℳ*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
18 Syawal 1445 H / 28 April 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Adab adalah bagian terpenting dalam kehidupan Islam.

Jika seseorang adab nya baik maka Insya Allah selamat dunia dan akhirat.

Selama kita masih makanya, menunjukkan bahwa kita ini lemah.

Pada dasarnya semua yang ada di muka bumi ini adalah halal.
Kecuali sedikit yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٌ [البقرة: ١٦٨] 

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”  [Al-Baqarah/2: 168]

1️⃣ Membaca doa – Bismillah

Sabda Nabi ﷺ  kepada Umar bin Abu Salamah, yang kala itu beliau masih belia,

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Wahai Anakku, bacalah “bismilillah”, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Apabila lupa baca Bismillah sebelum makan, maka baca doa berikut.

Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seseorang dari kalian hendak makan, maka ucapkanlah bismillah. Apabila lupa maka ucapkanlah, “Bismillahi Awwalahu wa Aakhirohu” (Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhir).” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

ℹ️ Adab baca Bismillah ini ada tujuan nya yaitu agar syetan tidak ikut makan bersama kita.

Dari Hudzaifah bin Yaman, ia berkata, “Jika kami bersama Rasulullah ﷺ menghadiri jamuan makanan, maka tidak ada seorang pun di antara kami yang meletakkan tangannya hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulainya. Dan kami pernah bersama beliau menghadiri jamuan makan, lalu seorang Arab badui datang yang seolah-oleh ia terdorong, lalu ia meletakkan tangannya pada makanan, namun Rasulullah ﷺ memegang tangannya. Kemudian seorang budak wanita datang sepertinya ia terdorong hendak meletakkan tangannya pada makanan, namun beliau memegang tangannya dan berkata,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذَا الأَعْرَابِىِّ يَسْتَحِلُّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَجَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ يَسْتَحِلُّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ لَفِى يَدِى مَعَ أَيْدِيهِمَا

“Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Setan datang bersama orang badui ini, dengannya setan ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Dan setan tersebut juga datang bersama budak wanita ini, dengannya ia ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan tersebut ada di tanganku bersama tangan mereka berdua.” (HR. Abu Dawud, shahih)

Kalau syetan ikut makan bersama kita, maka keberkahan akan berkurang.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

“Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.” Ketika ia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.” (HR. Muslim).

Kalau makan berjamaah sebaiknya ada salah satu yang baca Bismillah dengan suara keras.

2️⃣ Makan dengan tangan kanan.

Pada dasar nya kanan didahulukan.

Rasulullah ﷺ telah memberikan contoh bagi umatnya agar mendahulukan tangan kanan (bagian anggota tubuh sebelah kanan) dalam perkara-perkara baik atau penting. Sementara tangan kiri, beliau menggunakannya untuk hal-hal yang bersangkut-paut dengan yang kotor-kotor atau najis. Demikianlah garis besar kaidah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam . ‘Aisyah Radhiyalalhu anha menceritakan perihal kaidah itu:

كَانَتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيُمْنَى لِطُهُورِهِ وَطَعَامِهِ وَكَانَتْ يَدُهُ الْيُسْرَى لِخَلَائِهِ وَمَا كَانَ مِنْ أَذًى

Bahwa tangan kanan Rasulullah dipergunakan dalam bersuci dan makan.  Adapun tangan kiri, dipakai untuk membersihkan bekas kotoran dari buang hajat dan perkara-perkara yang najis (najis) [Hadits shahih riwayat Abu Dawud].

Rasul ﷺ mengingatkan:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

Jika salah seorang dari kalian akan makan, hendaknya makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaknya minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya [HR. Muslim]

❌Ancaman makan dengan tangan kiri.

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan, Salamah bin Al Akwa’ berkata,

أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.

“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Dia malah menjawab, ‘Aku tidak bisa.’ Beliau bersabda, ‘Benarkah kamu tidak bisa?’ -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim )

3️⃣ Tidak mencela makanan.

Sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, 

مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

“Nabi ﷺ  tidak pernah mencela makanan sekali pun. Apabila beliau berselera (suka), beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau pun meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mencela makanan ini sering terjadi pada anak-anak. Orang tua harus menjelaskan.

4️⃣ Makan dengan tiga jari.

Ibnu Ka’ab bin Maalik, dari ayahnya radhiallahu ‘anhuma

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأكل بثلاث أصابع ، ويلعق يده قبل أن يمسحها

“Rasulullah ﷺ makan dengan menggunakan tiga jari, dan Beliau menjilat tangannya sebelum membersihkannya” [HR Muslim].

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Dianjurkan untuk makan dengan tiga jari, yakni jari tengah, jari telunjuk, dan jempol, karena hal tersebut menunjukkan sifat tidak rakus dan ketawadhu’an. Namun hal ini berlaku untuk makanan yang bisa dimakan dengan menggunakan tiga jari.

5️⃣ Tidak ambil jatah lebih – tidak rakus.

Jabalah mengisahkan: suatu hari kami sedang berada di kota Madinah bersama beberapa orang dari negeri Irak. Kala itu, kami sedang dilanda paceklik, sehingga Abdullah bin Az Zubair membagi-bagikan kurma kepada kami. Di saat kami menerima pembagian kurma, sahabat Abdullah bin Umar melintas, lalu beliau berkata:

إن رسول الله صلى الله عليه و سلم نهى عن الإقران إلا أن يستأذن الرجل منكم أخاه

“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ melarang kalian dari memakan dua biji kurma dalam sekali suap (secara bersamaan), kecuali bila teman makanmu mengizinkannya“. (HR. Bukhari & Muslim).

Makna القرآن Adalah ambil lebih (rakus).

6️⃣ Ambil makan dari pinggir, tidak acak makanan dari tengah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْبَرَكَةُ تَنْزِلُ فِي وَسَطِ الطَّعَامِ، فَكُلُوْا مِنْ حَافِيَتِهِ وَلاَ تَأْكُلُوْا مِنْ وَسَطِهِ

“Keberkahan tersebut akan turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggir-pinggirnya dan jangan dari tengahnya!” 
HR. Tirmidzi

Adab ini sering dilupakan saat kondangan.

7️⃣ Makan dengan duduk di bawah posisi tidak bersandar.
Beralas dengan satu kaki.

ini sebagaimana posisi duduk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang didasari dengan sabda beliau ﷺ:

لاَ آكُلُ مُتَّكِئًا إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ آكُلُ كَمَا يَأْكُلُ الْعَبْدُ وَأَجْلِسُ كَمَا يَجْلِسُ الْعَبْدُ.

“Aku tidak pernah makan sambil bersandar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamba.” [HR. Bukhari]

Hikmah duduk seperti ini adalah makan tidak akan banyak.

8️⃣ Memakan makanan yang jatuh.

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika makanan salah satu kalian jatuh maka hendaklah diambil dan disingkirkan kotoran yang melekat padanya, kemudian hendaknya di makan dan jangan dibiarkan untuk setan” 

9️⃣ Habiskan makanan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan kita tidak tahu bagian mana dari makanan tersebut yang ada berkahnya.

Sehingga kita harus tahu diri saat ambil makanan. Yaitu secukupnya.

Dari Anas  bahwa Nabi ﷺ apabila selesai makan, beliau menjilati ke tiga jari tangannya. Anas berkata; Beliau bersabda, ” Apabila suapan makanan salah seorang diantara kalian jatuh, ambillah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkannya dimakan setan.”Dan beliau menyuruh kami untuk menjilati piring. Beliau bersabda, ‘Karena kalian tidak tahu makanan mana yang membawa berkah.” (HR. Muslim)

🔟 Menjilat jari tangan sebelum tangan dicuci.

Dari Ka’ab bin Malik dari bapaknya beliau mengatakan, “Rasulullah ﷺ  itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR Muslim)

1️⃣1️⃣ Berkumur setelah makan.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Suwaid bin Na’man radhiallahu’anhu bahwa beliau keluar bersama Nabi sallallahu’alaihi wa sallampada tahun Khoibar. Sampai ketika mereka di ‘Sohba’ –tempat terdekat dari Khoibar- beliau shalat asar dan kemudian meminta azwad, tidak dibawakan melainkan sawiq. Diperintahkan dengannya di basahi dengan air. Maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam makan dan kami juga ikut makan. Kemudian berdiri untuk shalat magrib, maka beliau berkumur dan kami ikut berkumur. 

Berkumur hendaklah tidak berkumur di depan orang.

1️⃣2️⃣ Membaca Alhamdulilah sudah cukup.

Dari Abu Umamah, ia berkata bahwasanya,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا رَفَعَ مَائِدَتَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ ، غَيْرَ مَكْفِىٍّ ، وَلاَ مُوَدَّعٍ وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ ، رَبَّنَا »

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengangkat hidangannya (artinya: selesai makan), beliau berdo’a: Alhamdulillahi kastiron thoyyiban mubarokan fiih, ghoiro makfiyyin wa laa muwadda’in wa laa mustaghnan ‘anhu robbanaa (segala puji hanyalah milik Allah, yang Allah tidak butuh pada makanan dari makhluk-Nya, yang Allah tidak mungkin ditinggalkan, dan semua tidak lepas dari butuh pada Allah, wahai Rabb kami)
(HR. Bukhari)

Jangan sendawa di depan orang banyak.

Ada orang yang bersendawa di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau mengatakan,

كُفَّ عَنَّا جُشَاءَكَ فَإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِى الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tahan sendawamu di hadapan kami. Karena orang yang paling sering kenyang di dunia, paling lama laparnya kelak di hari kiamat. (HR. Turmudzi ).

ℹ️ Adab minum.

1. Minum dengan tangan kanan.

hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhuma:

إذا أَكَلَ أحدُكُم فليأكلْ بيمينِهِ . وإذا شرِبَ فليشربْ بيمينِهِ . فإنَّ الشَّيطانَ يأكلُ بشمالِهِ ويشربُ بشمالِهِ

“jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim).

2. Minum dengan tiga kali nafas.

Anas bin Malik radhiallahu’anhu menceritakan,

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يتنفَّسُ في الشرابِ ثلاثًا ، ويقول : ( إنه أَروى وأبرأُ وأَمرأُ )

“biasanya Rasulullah ﷺ  bernafas tiga kali ketika minum. Dan beliau bersabda: ‘Sesungguhnya dengan begini haus lebih hilang, lebih lepas dan lebih enak‘” (HR Bukhari dan Muslim).

Jangan meniup hawa ke minuman.

3. Minum dengan duduk. Berdiri itu boleh, larangan minum berdiri itu makruh.

4. Mendahulukan orang lain yang ada di kanan kita. Bila ingin memberi minum.

5. Tidak minum dari mulut botol.
Jerigen simpan air.

Hikmah – tidak tahu isi jerigen tersebut, mengotori air didalam nya.

6. Orang yang menuang minuman, adalah orang yang terakhir minum.

7. Disunahkan berkumur setelah minum susu.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma sesungguhnya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:

(شَرِبَ لَبَنًا ، ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ ، فَتَمَضْمَضَ ، وَقَالَ : إِنَّ لَهُ دَسَمًا) .

“Minum susu kemudian memanggil (dibawakan) air. Dan beliau berkumur seraya mengatakan, ‘Sesungguhnya ia ada lemaknya.”

Semoga bermanfaat.

$$&&-aa-$$&&

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?