Diterbitkan pertama kali pada: 26-Jun-2020 @ 19:23

5 menit membaca

ADAB MENUNTUT ILMU
Ust Musa Mulyadi Lc
02 Robi’ul Akhir 1440H
Masjid “AL IKHLAS “ Dukuh Bima
Tambun – Kab. Bekasi

*** ADAB-ADAB PENUNTUT ILMU ***

Ilmu yg dibahas adalah ilmu ad-Diin /syari’ah yg diturunkan Alloh ﷻ kepada Nabi Muhammad ﷺ
Ilmu ini yg menjadikan agama memiliki izzah menjadi tinggi
Ilmu ini yg menjadi warisan Nabi ﷺ
Ilmu ini yang membuat kita lebih berakhlak

• Keutamaan ilmu

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۙ وَالْمَلٰٓئِكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَآئِمًا ۢ بِالْقِسْطِ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

“Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 18)

• Orang berilmu disejajarkan dg para malaikat….

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“
(Al Mujadilah : 11).
وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

“dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 114)

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ

“Katakanlah, Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 9)

Ilmu yg hakiki adalah tentang Alquranul karim

Nabi bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa dikehendaki Allah (mendapat) kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam (masalah) agama.”
(HR. Bukhari).

Faqih itu faham dan mengerti…

Mereka sangat semangat menuntut Ilmu Agama

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيْـقًـا يَبْـتَغِي فِيْهِ عِلْمًا سَهَّـلَ اللهُ لَهُ طَرِيْـقًـا إِلَى الْجَنَّـةِ، وَإِنَّ الْمَـلاَئِـكَةَ لَتَضَعُ أَجْـنِحَـتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَـسْـتَغْـفِـرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَـا وَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ حَتَّى الْحِـيْتَـانُ فِي الْمَـاءِ .

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.”
[Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3641), Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223)]

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ , مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلا عَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ , وَذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالاهُ

“Dunia itu terlaknat, dan terlaknat juga apa-apa yang ada di dalamnya kecuali orang-orang yang berilmu atau orang yang belajar, dan Dzikrullah juga yang semisalnya.”

Adab adab menuntut ilmu

Imam Syafi’i dalam syairnya berkata…:

أَلاَ لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ * سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانِ
ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاصْطِبَارٌ وَبُلْغَةٌ * وَإِرْشَادٌ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانِ

Ingatlah, engkau tidak akan bisa mendapat ilmu kecuali dengan enam perkara; aku akan memberitahumu keseluruhannya dengan jelas
Yaitu :
1) Kecerdasan
2) Kemauan kuat
3) Kesabaran berlipat
4) Bekal/biaya
5) Bimbingan guru
6) Dan waktu yang lama.

• Banyak anak yg cerdas tapi tdk disuruh belajar agama, kalo bodoh baru dimasukkan pesantren….

• Tanpa kemauan yang kuat maka ilmu tdk akan didapat…

• Banyak penuntut ilmu yang semangat akan tetapi hanya beberapa waktu saja, karena tdk punya kesabaran….
Bersabar sebagaimana bersabarnya Ulamak dalam menuntut ilmu

• Bulghoh adalah bekal
Atau pergi meninggalkan daerah, atau musafir, atau bekal untuk safar mencari ilmu….
Imam syafii bersya’ir :

سافرْ تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ
وانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ

“Safarlah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa setelah engkau merasakan payah dan peluh dalam bekerja dan berusaha.”

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 69)

وَإِرْشَادٌ أُسْتَاذٍ = petunjuk dari guru

Ilmu hadist harus ada guru karena harus mengambil riwayat, gak cukup dengan membuka kitab…

Berguru itu yg penting mengambil akhlaq dari guru
Dan memilih guru amat penting
Apakah dia sholeh, apakah dia zuhud, apakah dia berakhlak mulia….????
Pilih guru yg Cinta sunnah
Pilih guru yg bisa mendekatkan kita kepada Allah ﷻ
وَطُوْلُ زَمَانِ = Panjang waktunya

Ulama dahulu duduk di majlis ketika umurnya sdh 40thn, ketika usianya sdh stabil …

Ada sebagian Ulama yg muda sdh jadi Imam, seperti Imam Syafi’i umur 15 tahun sdh menjadi Imam di Masjidil Haram ….

Dalam Adab-adab menuntut ilmu Ada penghalang-penghalang dlm menuntut ilmu :

1) Niat yang rusak
Menuntut ilmu harus berniat dg benar
Yg pertama mengangkat kebodohan diri sendiri…

Ada seseorang yang bertanya kepada Imam Ahmad rahimahullah:
“Beritakan kepada kami amalan apakah yang paling utama?”
Beliau menjawab: “Menuntut ilmu.”
Dia bertanya kembali: “Bagi siapa?”
Beliau menjawab: “Bagi orang yang benar niatnya.”
Dia bertanya kembali: “Apa saja yang bisa membenarkan niat itu?”
Beliau menjawab: “Dengan meniatkan dirinya agar bisa bertawadhu’ dan menghilangkan kebodohan darinya.”

2) Mencintai ketenaran, dan senang duduk di paling depan…

Syaikh Utsaimin ketika berusia 50 thn yg duduk dimajlisnya masih 2-3 orang…
Tapi karena Ketulusanya maka Allah ﷻ mengangkat derajatnya…

إن الله تبارك وتعالى إذا كان يوم القيامة ينزل إلى العباد ليقضي بينهم, وكل أمة جاثية, فأول من يدعو به رجل جمع القرآن, ورجل قتل في سبيل الله, ورجل كثير المال, فيقول الله للقارئ: ألم أعلمك ما أنزلت على رسولي قال : بلى يا رب, قال: فماذا عملت فيما علمت قال: كنت أقوم به آناء الليل وآناء النهار, فيقول الله له: كذبت, وتقول له الملائ كَةُ: كَذَبْتَ ، وَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: إِنَّ فُلَانًا قَارِئٌ ، وَقَدْ قِيلَ ذَاكَ.
وَيُؤْتَى بِصَاحِبِ الْمَالِ ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: أَلَمْ أُوَسِّعْ عَلَيْكَ ، حَتَّى لَمْ أَدَعْكَ تَحْتَاجُ إِلَى أَحَدٍ؟ قَالَ: بَلَى ، يَا رَبِّ ، قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا آتَيْتُكَ؟ قال: كنت أصل الرحم, وأتصدق, فيقول الله له: كذبت, وتقول له الملائكة: كذبت, ويقول الله تعالى: بل أردت أن يقال: فلان جواد, فقد قيل ذاك.
ثُمَّ يُؤْتَى بِالَّذِي قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: فِي مَاذَا قُتِلْتَ؟ فيقول: أمرت بالجهاد في سبيلك, فقاتلت حتى قتلت, فيقول الله تعالى له: كذبت, وتقول له الملائكة: كذبت, ويقول الله: بل أردت أن يقال: فلان جريء, فقد قيل ذاك, ثم ضرب رسول الله صلى الله عليه وسلم على ركبتي, فَقَالَ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ، أُولَئِكَ الثَّلَاثَةُ أَوَّلُ خَلْقِ اللَّهِ تُسَعَّرُ بِهِمْ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ)))

“Sesungguhnya Allah Maha Tinggi dan Maha suci akan turun ke hamba pada Hari Kiamat untuk memberikan keputusan di antara mereka. Dan setiap orang dalam kondisi berlutut. Maka orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang menghafal Al-Qur`an, orang yang terbunuh di jalan Allah, dan orang yang banyak harta.
Maka Allah berkata kepada sang qari` (orang yang biasa membaca Al-Qurʻan):
‘Tidakkah Kuajarkan kepadamu apa yang saya turunkan kepada RasulKu?’
Dia menjawab:
‘Benar wahai Tuhanku’.
Allah berkata lagi:
‘Apa yang kamu perbuat terhadap apa yang sudah kamu kenal itu?’
Dia menjawab:
‘Saya menjalankannya siang dan sepanjang siang’.
Maka Allah berkata:
‘Kamu sudah berdusta’.
Dan para Malaikat berkata bangkit: ‘Kamu sudah berdusta’.
Kemudian Allah berkata berbakat:
‘Justru kamu melakukan hal itu dengan maksud agar: Si fulan adalah qari`’. Dan hal itu sudah mengarah kepadamu.
Kemudian didatangkan orang yang memiliki banyak harta.
Allah berkata semangat:
‘Tidakkah sudah Kulimpahkan uang kepadamu hingga kamu tidak membutuhkan siapa pun?’.
Orang itu menjawab:
‘Benar wahai Rabbku’.
Allah bertanya lagi:
‘Apa yang kamu kerjakan terhadap harta yang Kuberikan kepadamu itu?’.
Dia menjawab:
‘Saya digunakan untuk menyambung silaturrahmi dan bersadaqah’.
Allah berkata semangat:
Kamu sudah berdusta ‘.
Para Malaikat juga mengatakan balik: ‘Kamu sudah berdusta’.
Kemudian Allah berkata:
‘Justru kamu melakukan itu dengan maksud agar: Si Fulan adalah lelaki yang dermawan’. Dan hal itu sudah dikatakan kepadamu.
Kemudian didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah.
Maka Allah berkata:
‘Dalam rangka apa kamu terbunuh?’.
Dia menjawab:
‘Saya diperintah berjihad di jalan Engkau. Maka saya berperang hingga terbunuh ‘.
Allah berkata semangat:
‘Kamu sudah berdusta’.
Para Malaikat juga berkata bek:
‘Kamu sudah berdusta’. Allah berkata: ‘Justru kamu melakukan itu agar kepadamu: Si Fulan adalah pemberani’. Dan hal itu sudah mengarah kepadamu.
Kemudian Rasulullah melihat menepuk kedua lututku sambil berkata: ‘Wahai Abu Hurairah! Ketiga golongan itu adalah makhluk yang pertama kali Neraka dinyalakan untuk mereka pada Hari Kiamat ‘. ”

3) *Teledor dalam menghadiri majelis ilmu, kalaupun hadir mereka sibuk dg handphone*…

4) Terlalu banyak urusan dan kesibukan….

Dia ingin hafal quran 30juz tapi pelajaran anak kita terlalu banyak…
Akhirnya tamat SD apa yg dia kuasai, hanya dapat Ijazah untuk melanjutkan ke SMP

Ilmu mesti diulangi atau dimuroja’ah…

5) Telat menuntut ilmu

Diusia muda tdk menuntut ilmu kemudian diusia tua baru menuntut ilmu….

Sekolahkan anak kita yg intens belajar agama sejak kecil…

6) Tidak beramal dengan ilmu yang dia dapat…

Dia dpt ilmu keutamaan ilmu tahajud tapi tdk pernah sholat malam…

Dapat ilmu Faraid tapi membagi harta waris dibagi rata,tidak sesuai syariah

Dapat ilmu akhlak tapi tdk diamalkan…

( إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ )

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
(QS Surat Fathir: 28)

وعالم بعلمه لا يعملن #
معذب من قبل عُبّاد الوثن

“Seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya”
“Akan disiksa sebelum penyembah berhala”

والـلــه تعالى أعلم بالصواب

Semoga bermanfaat

اٰمِـــــــيْن يـَارَبَّ الْعَالَمِـــــــين

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?