RANJAU DIBALIK KETEKUNAN BERIBADAH
Diterbitkan pertama kali pada: 06-Agu-2023 @ 19:05
3 menit membaca*RANJAU DIBALIK KETEKUNAN BERIBADAH*
Ustadz Abdullah Zaen, Lc MA
20 Muharam 1445H/ 06 Agustus 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
✔️ Al Imam Mutarrif Ibnu Abdillah Asy Syikhir : saya lebih suka gak bangun malam tapi pagi hari nyesel daripada aku bangun malam tapi di pagi hari takjub dengan ibadah ku.
Ini menunjukkan bahwa syetan punya ranjau yang dialamatkan pada orang-orang yang tekun ibadah.
Jangan merasa aman dengan banyaknya ibadah yang kita lakukan.
Godaan syetan akan disesuaikan dengan type orang yang akan digoda.
✔️ Makhladh Ibnul Husain : setiap Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan sesuatu kepada hamba Nya maka syetan akan berupaya menyesatkan manusia dengan dua hal,
1. Orang itu dibuat berlebihan dalam ibadah
2. Gak peduli dengan ibadah tersebut
Dan syetan gak peduli dengan mana perangkap yang kena, yang penting kena perangkap.
Berlebihan dalam hal kadar atau setelahnya yaitu sombong.
Kalau type orang malas, maka syetan akan membuatnya semakin malas.
❓Kenapa orang sombong setelah ibadah?
Karena dia tidak paham arti ibadah yang sesungguhnya.
✔️Imam As Sajjad : ibadah secara bahasa artinya ketaatan dengan ketundukan serta kerendahan hati.
Rendah hati kepada Allah, kemudian kepada manusia.
Maka dari itu posisi yang paling afdhol saat sholat adalah sujud, karena saat sujud, kepala yang kita anggap paling sakral diletakkan paling bawah,serendah-rendah posisi.
Berarti saat ibadah kita merasa sangat rendah maka saat itu kita dekat dengan Allah.
✅ Tips untuk mendekatkan diri kepada Allah. Untuk menghindari kesombongan diri setelah ibadah.
1️⃣ Menyadari bahwa kita bisa beribadah semata-mata karena bantuan Allah.
Bukan karena fisik kita.
Hadirnya kita di majelis ilmu ini juga semata-mata Allah.
Saat perang Khandaq, seperti diriwayatkan dari Al Barra bin adzib, saat itu para shahabat kerja bakti buat parit dan tidak makan selama tiga hari..
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَاللهِ لَـوْلَا اللهُ مَـا اهْتَـدَيْنَـا وَلَا تَصَـدَّقْنَـا وَلَا صَلَّيْنَـا
Demi Allâh, kalau bukan karena Allâh, kami tidak akan mendapat petunjuk
Tidak juga kami bisa bersedekah dan tidak juga kami shalat (HR Bukhari)
2️⃣ Menyadari bahwa ibadah kita banyak kekurangannya
Sebab itu setelah ibadah pun disyariatkan untuk istighfar.
Dalam 10 tahun saja kita sudah sholat sebanyak 10x5x365 – 18 ribu, maka sombong dalam ibadah adalah naif.
3️⃣ Menyadari bahwa kita tidak punya jaminan pasti Husnul khatimah.
Padahal nilai seseorang adalah pada akhirnya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari)
Betapa banyak kita saksikan orang dulunya rajin ibadah akhirnya tidak beribadah dan sebaliknya.
Dalam sebuah haidts,
عن أبي عبدالرحمن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال حدثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق ” إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم علقه مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك , ثم يرسل إليه الملك فينفخ فيه الروح , ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه , وأجله , وعمله , وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل النار , وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة
Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan – “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari)
Jangan banyak suudzon kepada Allah tapi perbanyak husnudzon kepada Allah.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-##$$


اسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
جزاكم الله خيرا يا استاذ
الحمدلله
selesai بإذن الله