Diterbitkan pertama kali pada: 16-Apr-2023 @ 17:11

5 menit membaca

*MERAIH KEMENANGAN DI AKHIR RAMADHAN*
Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc MA
26 Ramadhan 1444 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Setiap malam Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka karena rahmat dan karunia-Nya.

Kita sudah sampai akhir ramadhan, dan amal itu tergantung akhirnya.
Harus selalu waspada dengan amalan kita. Karena Allah yang Maha Bolak-balik hati kita.

Dikisahkan dalam kitab al-Hilyah, bahwa Imam Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seorang yang sudah tua.

“Berapa usia anda?”, tanya Fudhail.

“60 tahun.”, Jawab orang itu.

“Anda selama 60 tahun berjalan menuju Tuhan anda, dan sebentar lagi anda akan sampai.” Komentar Fudhail

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi raji’un.” Orang itu keheranan.

“Anda paham makna kalimat itu? Anda paham tafsirnya?” tanya Fudhail.

“Tolong jelaskan tafsirnya?” Orang itu balik tanya.

“Anda menyatakan: innaa lillaah (kita ini milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Siapa yang yakin bahwa dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah. Dan siapa yang meyakini hal ini, dia harus sadar bahwa dia akan ditanya. Dan siapa yang yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya.” Jelas Fudhail.

“Lalu bagaimana jalan keluarnya?” tanya orang itu.

“Caranya mudah.” Tegas Fudhail.

Kemudia Imam Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat, yang layak dicatat dengan tinta emas,

تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ

Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang. (Hilyah Al Awliya).

🔹Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) (Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. (Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.” (HR Tirmidzi)

Begitu juga Ramadhan ini dilihat akhirnya.

🔹Dalam hadits disebutkan,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari dan Muslim ).

Ini menunjukkan bahwa 10 hari akhir Ramadhan inilah intinya.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sungguh ada seseorang yang melakukan amalan-amalan penghuni neraka, namun dia adalah penghuni surga. Dan sungguh ada seseorang yang melakukan amalan-amalan penghuni surga, namun dia adalah penghuni neraka. Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung penutupnya.” HR Bukhari

Jangan sampai kita tertipu dengan amalan yang kita buat.

🔹Ibnul Qayyim mengatakan hal yang dapat menghilangkan amalan..

1. Ujub, bangga dengan amalan
2. Merasa telah berjasa kepada Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا}

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka (Al-Hujuraf 17)

Kalimat ini ditujukan kepada orang-orang Arab Badui (pedalaman) yang merasa berjasa karena keislaman mereka dan keikutsertaan mereka dalam menolong Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menyanggah mereka:

{قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلامَكُمْ}

Katakanlah, “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu.” (Al-Hujurat: 17)

Ada seseorang yang karena fanatik kaum nya ikut berperang membela kaumnya.
Namun dia belum masuk Islam dan akhirnya atas nasihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dia masuk Islam dan mati syahid dalam perang tersebut. Akhirnya masuk surga dengan tanpa melakukan ibadah sebelumnya.

Maka carilah keutamaan malam Lailatul qadr di sepuluh akhir Ramadhan.
Para ulama berselisih pendapat terkait kapan turun Lailatul qadr.

Di Makkah, malam 27 itu sangat padat, karena mereka meyakini pendapat para sahabat yang menyatakan Lailatul qadr turun pada malam 27.

Paculah diri ini untuk beramal..
Umat ini dibanding umat terdahulu sangat lemah namun diberi kemudahan mendapatkan pahala banyak dengan amalan yang sedikit. Adanya momen-momen khusus yang pahalanya berlipat.

Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Kami adalah umat terakhir, namun pertama pada hari kiamat. Kamilah yang pertama kali masuk surga. HR Muslim

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.” (QS. An Nahl: 92)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menjelaskan ayat tersebut:

(لاَ يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلَكِنَّهُمُ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ، وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لاَ يُقْبَلَ مِنْهُمْ، أُولَئِكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِى الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ رواه أحمد والترمذي وابن ماجة

“Bukan, wahai Putri As Shiddiq! Akan tetappi mereka itu adalah orang-orang yang rajin berpuasa, mendirikan sholat, dan bersedekah, walau demikian mereka senantiasa kawatir bila amalan mereka tidak diterima Allah, karenanya mereka selalu bersegera dalam mengamalkan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (HR Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Majah).

🖍️Memang iman itu bisa turun, namun saat iman turun jangan tinggalkan kewajiban.

Bishyr Al Hafi berkata – orang yang beriman itu adalah orang-orang yang beramal shalih sepanjang waktu, bukan hanya saat-saat tertentu.

Ibnu Rajab – sebagian salaf berdoa sungguh-sungguh berdoa selama 6 bulan agar disampaikan Ramadhan, dan sungguh-sungguh berdoa selama 6 bulan supaya amalan diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

🖍️ Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa orang yang pantas diberi selamat berhari Raya adalah orang yang puasanya diterima.

🖍️Ibnu Mas’ud – orang yang berhak diberi selamat hari Raya adalah orang yang puasa nya diterima Allah, dan orang yang ditolak amal puasa nya adalah orang yang celaka.

Lanjutkan amalan-amalan Shalih saat Ramadhan pada waktu-waktu setelah Ramadhan

Lamanya Dajjal tinggal di muka bumi hanya empat puluh hari. Akan tetapi sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan dan sehari seperti seminggu. Seluruh hari-hari yang dilaluinya seperti hari-hari yang kita lalui sekarang. Demikianlah yang dituturkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para sahabat pernah bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, hari yang seperti setahun ini, apakah cukup shalat sehari saja ?” Beliau menjawab, “Tidak! Kira-kirakanlah saja !”

🔹Puasa adalah benteng dari syahwat, dari maksiat

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

“Puasa adalah perisai” (H.R. Bukhari dan Muslim).

✅ Intinya adalah kita seharusnya istiqomah.

Istiqomah di atas kebaikan.
– puasa sunnah
– sholat malam (tahajud, witir – witir ini yang lebih utama). Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah tinggalkan witir baik saat mukim maupun Safar.

Kemuliaan seorang mukmin adalah dengan sholat malam.

🔹Usahakan untuk sering-sering membaca Al Qur’an dan mengamalkannya.

Tak pernah ada orang yang hina dengan Al Qur’an.

✅ Allah akan angkat derajat manusia yang hidupnya selalu berinteraksi dengan Al Qur’an.

🔹Saat Ramadhan, jaga indera kita, maka begitu pula istiqomah indera kita dari segala yang haram.

Orang yang sukses adalah orang yang penutup hidupnya kebaikan.

Jangan pernah tertipu dengan amalan kita sekarang.

Kita masuk surga bukan karena amalan kita tetapi karena rahmat Allah.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim).

Mintalah kepada Allah untuk diwafatkan diatas istiqomah dalam kebaikan.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?