KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #01 (Muqaddimah)
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #6 ORANG-ORANG YANG SABAR
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #02 : ORANG YANG BERTAUBAT
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH-04
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #5 ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI TUNTUNAN NABI ﷺ
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #8 ORANG-ORANG YANG BERBUAT ADIL
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #9 JIHAD FII SABILILLAH
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #10 HAMBA YANG SUKA MEMBACA SURAT AL IKHLAS
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH (11&12)
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Nov-2022 @ 05:46
3 menit membaca*KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH* #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
24 Rabi’ul Tsani 1444 H /19 Nop 2022
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Cepat atau lambat kita akan menjemput ajal kita.. Rasulullah ﷺ dalam doanya yang panjang memohon untuk menjadi hamba yang banyak bersyukur, banyak berdzikir.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)
Begitu doa yang dibaca Setelah Tasyahhud Akhir Sebelum Salam.
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibaadatik.
Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.
HR. Abu Dawud dan An-Nasai.
Rasulullah ﷺ menuntun kita untuk mensucikan diri, suci lahir dan suci batin.
Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam terlambat memimpin sholat Isya, dan setelah nya beliau ﷺ ajarkan doa yang juga disebut doa sapu jagad.
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً، فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ
Allaahumma innii as-aluka fi’lal khoiroot, wa tarkal munkaroot, wa hubbal masaakiin. Wa idzaa arod-ta bi’ibaadika fitnatan, faq-bidh-nii ilaika ghoiro maftuun.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq agar bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki bagi hamba-hamba-Mu ujian (fitnah), maka wafatkanlah aku tanpa terkena fitnah itu. HR. Ahmad, Turmudzi (Shahih).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajari kita supaya meminta kepada Allah supaya kita mencintai Allah.
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ
Allaahumma innii as-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba ‘amalin yuqorribu ilaa hubbika.
Ya Allah, aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu. HR. Tirmidzi dan Ahmad.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّا بِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
“Sungguh, Allah menyukai orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)
Taubat – suci diri batiniah.
Suci diri – suci secara lahir
الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Bersuci diri..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman (terkait pembangunan masjid Quba).
فِيْهِ رِجَا لٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْا ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ
“Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersuci.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 108)
Bersuci yang paling afdhal adalah dengan air.
Bahkan Allah angkat derajat orang yang Sempurnakan wudhu dalam kondisi sulit (Safar, sakit, dingin) seperti Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
ألا أدلكم على ما يمحو الله به الخطايا ويرفع به الدرجات؟ » قالوا : بلى يا رسول الله، قال: « إسباغ الوضوء على المكاره وكثرة الخطا إلى المسجد وانتظار الصلاة بعد الصلاة فذلكم الرباط فذلكم الرباط فذلكم الرباط
“Maukah kalian aku beritahukan sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian?”. Para sahabat menjawab: “Tentu, wahai Rasululah!”.
Beliau bersabda, “menyempurnakan wudhu ketika kondisi sulit, memperbanyak langkah ke masjid, serta menunggu dari shalat yang satu ke shalat yang lain, karena itulah ribath, itulah ribath, itulah ribath”. HR Muslim.
Dari hadits ini, maka nya para ulama mengatakan hukum asal ke masjid adalah jalan kaki.
Ribbath – menjaga tapal batas kaum muslimin. Menjaga keamanan.
Orang yang suka bersuci itu sejatinya ada keterkaitan dengan iman kepada Allah.
Orang yang mandi terutama mandi janabah niat kan juga untuk angkat hadats yang ada. Hadirkan niat bersuci adalah syarat thoharoh..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
الطهور شطر الإيمان
“Kesucian/bersuci merupakan setengah/sebagian dari Iman” (HR. Muslim).
Perhatikan keistimewaan yang ada pada Bilal,
يَا بِلاَلُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الإِسْلاَمِ، فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الجَنَّةِ قَالَ: مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي: أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا، فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ، إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ
“Wahai Bilal! Ceritakan kepadaku amal yang paling diharapkan ganjarannya (di sisi Allah Azza wa Jalla) dalam Islam, karena sesungguhnya aku mendengar suara sandalmu (langkah kakimu) di depanku di Surga”. Maka Bilal Radhiyallahu anhu berkata: “Tidaklah aku mengamalkan satu amal yang paling aku harapkan ganjarannya (di sisi Allah Azza wa Jalla ) lebih dari (amalan ini yaitu) tidaklah aku berwudhu dengan sempurna pada waktu malam atau siang, melainkan aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sesuai dengan apa yang ditetapkan Allah bagiku untuk aku kerjakan” Muttafaqun Alaihi.
Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi mengajarkan amalan tersebut, membenarkan amalan Bilal tersebut. Tapi sering dipahami salah sebagai landasan boleh nya beramal yang tidak dicontoh kan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##

