JANGAN HINAKAN DIA
Diterbitkan pertama kali pada: 27-Agu-2022 @ 10:41
5 menit membaca*JANGAN HINAKAN DIA*
Ustadz Maududi Abdullah, Lc
29 Muharam 1444H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Siapapun yang akan menghitung rahmat dan nikmat Allah, sudah dipastikan tidak akan mampu…
🖍️Sesuatu yang tidak sanggup untuk dihitung pasti tidak akan mampu untuk dibalas.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kalian menghinggakannya. (Ibrahim: 34)
Jadi besar nya nikmat Allah dibandingkan dengan ketaatan kepada Allah, maka itu juga tidak sebanding, tidak ada apa-apa nya.
Dalam hadis Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu disebutkan sabda Nabi ﷺ ,
لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ
“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim).
Maka tidak boleh membanggakan amalan nya. Menyebut amalan dengan rasa sombong..
Manusia seringkali meremehkan sesuatu yang agung.. Mengkerdilkan sesuatu yang besar. Sehingga nikmat-nikmat yang besar itu tak terlihat hebat…
Orang-orang yang tidak agungkan Rasulullah ﷺ dengan benar… Maka orang tersebut akan berani menyelisihi dan melawan perintah dan larangan Rasulullah ﷺ..
Iblis akan merubah pandangan manusia, sehingga berbalik 180°…
✅ Sesuatu yang dalam Al Qur’an diagungkan namun dihinakan oleh manusia yaitu *Waktu*.
Beberapa ayat yang mana Allah bersumpah dengan waktu..
Demi Waktu Fajar
Demi Waktu
Demi waktu dhuha
Demi waktu malam dst
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman.
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةًۭ لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًۭا
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
Surat Al-Furqan (25) Ayat 62
Nikmat besar yang Allah sebutkan contoh nya waktu, misal pergantian waktu malam dan siang. ✅
Setiap kita punya nikmat waktu sampai datangnya batas waktu.. Kita tidak diberi tahu batas waktu itu.. Hikmahnya adalah ujian.
Allah berfirman,
تَبارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (1) الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَياةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ (2)
Mahasuci Allah Yang menguasai segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik baik amalnya.
Qs Al Mulk auayy1-2.
➡️ Kaidah ; *Jangan hinakan yang Allah muliakan*
Kita adalah kumpulan waktu.
Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan,
ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”
♦️Tugas manusia beramal sholeh.
1. Menjalankan ketaatan
2. Menghindari kemaksiatan
Modalnya adalah waktu.
Catatan amal yang akan kita terima kelak di hari kiamat adalah waktu kita.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi)
➡️ Kalau mau ingin memanfaatkan waktu dengan baik.
1. Jangan terlalu hanyut dengan kisah masa lalu
2. Jangan terlalu sibuk karena mencemaskan masa yang akan datang…
Ibnul Qayyim membagi waktu jadi 3
1. Masa yang lalu
*2. Masa sekarang*
3. Masa yang akan datang. (jangan kuatir)
♦️*Sibuklah dengan waktu sekarang*..
Allah berfirman..
فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِٱلَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا۟ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 170
Dan iblis membisikkan kepada manusia untuk tidak sibuk dengan mengisi waktu dengan ketaatan…
✅ *Orang-orang yang pandai memuliakan waktu adalah orang yang sibuk dengan ketaatan pada waktu sekarang*.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَآءَ اَجَلُهَا ۗ وَا للّٰهُ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.””
“Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10— 11)
Yang terjadi adalah dia menyesali saat dia maksiat.. Saat dia bakhil..
Manusia saat akan mati baru sadar bahwa harta itu gak ada apa-apa nya.
Jangankan mati saat sakit pun kita merasakan harta itu tidak bermanfaat..
Ibnu Samak masuk menemui Khalifah Harun Ar Rasyid memberikan nasihat, sampai Sang Khalifah menangis.
Kemudian Ibnu Samak meminta segelas air dan mengatakan: “Wahai, Amirul Mukminin. Seandainya engkau dihalangi dari (meminum) minuman ini (padahal engkau kehausan), kecuali dengan (membayar) dunia dan seisinya, apakah engkau akan menebus segelas air itu dengannya?”
Khalifah menjawab: “Ya”.
Ibnu Samak pun mengatakan: “Minumlah dengan puas, semoga Allah memberkahi Anda”.
Ketika Khalifah telah minum, Ibnu Samak berkata kepadanya: “Wahai, Amirul Mukminin. Beritahukan kepadaku, seandainya engkau dihalangi mengeluarkan minuman ini dari (diri)mu, kecuali dengan (membayar) dunia dan seisinya, apakah engkau akan menebusnya?”
Khalifah menjawab: “Ya”.
Ibnu Samak mengatakan: “Lalu apakah yang akan engkau lakukan dengan sesuatu (yakni dunia seisinya) yang seteguk air lebih baik darinya?”
❗ Penduduk neraka berteriak ingin beramal sholeh. ✅
➡️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَا ۚ رَبَّنَاۤ اَخْرِجْنَا نَـعْمَلْ صَا لِحًـا غَيْرَ الَّذِيْ كُـنَّا نَـعْمَلُ ۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيْرُ ۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.” (Dikatakan kepada mereka), “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.””
(QS. Fatir 35: Ayat 37)
Inilah makna dari ayat Al-Qur’an bahwa Allah akan melalaikan orang-orang yang dahulu melupakan Allah.
✅ *Teriakan penduduk neraka itu adalah waktu yang kita pakai saat ini.*
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَجِايْٓءَ يَوْمَئِذٍ بِۢجَهَنَّمَ ۙ يَوْمَئِذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِ نْسَا نُ وَاَ نّٰى لَـهُ الذِّكْرٰى
“dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 23)
Penyelesalan itu tidak akan manfaat bila waktu untuk merefisi sudah habis.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ قَدَّمْتُ لِحَـيَا تِى
“Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.””
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 24)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tidak ada waktu beliau yang terbuang sia-sia.
Para sahabat radhiallahu anhum meniru Rasulullah ﷺ.. Isi waktu dengan ketaatan.
Hasan Bashri menyaksikan bahwa para sahabat dahulu lebih mementingkan waktu dari pada harta yang banyak.
➡️ Beberapa sebab manusia menghinakan waktu.
🔸1. Tidak tahu kemuliaan waktu itu sendiri
🔸2. Panjang angan-angan. (tidak berbuat)
🔸3. Hilang orientasi hidup dari hati (cita-cita orang yang beriman adalah masuk surga)
🔸4. Teman-teman duduk yang buruk, yang tidak ingatkan kepada Allah.
🔸5. Pekerjaan yang diundur-undur
وعن ابن عمر – رضي الله عنهما- قال: أخذ رسول الله صلى الله عليه و سلم بمنكبي فقال: كن في الدنيا كأنك غريب، أو عابر سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري
Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhari)
Nasihat terakhir adalah…
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)
##$$-aa-$$##


