DAHSYATNYA MENYAMBUNG & BAHAYANYA MEMUTUS SILATURAHMI
Diterbitkan pertama kali pada: 21-Jun-2021 @ 20:06
7 menit membacaDAHSYATNYA MENYAMBUNG & BAHAYANYA MEMUTUS SILATURAHMI
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
10 Dzulqaidah 1442H
Allah telah membuka pintu pahala yang besar melalui pintu hubungan dengan Allah dengan jalan ibadah dan pintu hubungan dengan manusia melalui hubungan silaturahim.
Silaturahim adalah perkara yang sangat penting karena rahim yang harus kita sambung.
Namun ada kesalahan dalam pemahaman makna silaturahim yang berkembang seperti kunjungan sesama teman, atau reuni, atau kunjungan silaturahim ke ustadz..yang ini yang benar adalah tali Ukhuwah.
Karena rahim itu ada hubungan nasab..
Silaturahim lebih tinggi derajatnya daripada Ukhuwah
Akibatnya orang yang sambung Ukhuwah merasa sudah sambung silaturahim padahal dia punya masalah dengan saudara rahinya..
Ada fenomena, seseorang lebih perhatian kepada yang lebih jauh..
Seseorang lebih perhatian kepada kawan namun tidak peduli kepada saudara rahim (kakak, adik).
Silaturahim
Dari bahasa arab..
(صلة الرحم)
(صلة)
Artinya menyambung
الرحم
Rahim wanita..
Artinya menyambung keluarga yang ada hubungan nasab.
Kerabat seseorang dari 3 sebab:
▶️ 1. Kerabat karena pernikahan (Al Mushoharoh)
▶️ 2. Dengan susunan, disebut dengan rodho’ah.
Rasulullah ﷺ bersabda,
يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ
“Apa yang haram karena nasab maka itupun haram karena penyusuan.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Maksud nya pemgharaman pernikahan.
Syarat persusuan adalah 5x susuan.
Persusuan tidak pengaruh pada warisan.
Misalnya.
Suami istri 1 (Juwita dan John), punya anak agus dan jamilah
Suami istri 2 (Mita dan Roni), punya anak Sony dan Nila.
Nila di susui oleh Juwita, maka Nila menjadi anak susuan Juwita dan John, menjadi mahram John dan Agus maka tidak boleh nikah dengan Agus.
Adapun Sony karena tidak di susui oleh Juwita maka tidak ada hubungan kekerabatan dengan keluarga Juwita.
Nabi ﷺ punya saudara susuan Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abu Salamah, disusui oleh Tsuwaibah..
▶️ 3. Karena rahim atau nasab.
Siapa rahim kita yang harus disambung?
Saya..
RING 1
Ibu (nenek + kakek)
Bapak (nenek +kakek)
Saudara kandung se ayah dan se ibu (lebih kuat)
Saudara se ayah atau se ibu saja.
Anak-anak
Cucu
Keponakan
Paman dan bibi dari ayah dan ibu.
RING2
Sepupu.. Namun bukan mahram..
Anak paman dan bibi.
Skala prioritas adalah kerabat ring 1.
Jadi suami harus lebih perhatian pada ring 1 nya demikian juga istri dengan ring 1 nya sendiri.
✳️ CARA menyambung silaturahim, yaitu berbuat kebaikan kepada mereka.
Kembali pada tradisi masyarakat, diantaranya.
A. Ziarah, mengunjungi
B. Mengucapkan salam / mengalami.
C. Kirim surat, WA, telpon
D. Membantu dengan tenaga
E. Membantu dengan materi
Allah dahulukan sambung kerabat, dari pada membantu anak yatim dan fakir miskin.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
“Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua; pahala sedekah dan pahala menjalin hubungan kekerabatan.” (HR. An Nasai)
Firman Allah,
Allah berfirman:
وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan Surat Al-Isra (17) ayat 26
Dan kata Allah, diantara ciri orang mukin adalah…
وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ
Dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) Surat Al-Baqarah (2) ayat 177
📶 TINGKATAN MENYAMBUNG SILATURAHMI
☑️ 1. Al Wasil, yaitu yang menyambung kerabat yang memutuskan
dalam sebuah hadits :
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
“Bukanlah penyambung silaturahmi adalah yang hanya menyambung kalau dibaikin, akan tetapi penyambung silaturahmi adalah yang tetap menyambung meskipun silaturahminya diputuskan (oleh kerabatnya)” (HR Al-Bukhari)
Dalam hadits lain, riwayat muslim, Al Wasil ini seakan-akan memasukkan debu ke mereka (yang memutus silaturahim).
Al Wasil dapat pahala, mereka dapat dosa.
Ini yang paling susah, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala..
Terkadang Allah ingin beri pahala yang banyak, saat dia berbuat baik kepada keluarga namun dicuekin.. Atau yang lebih buruk.
☑️2. AL MUKAFI. (Baik jika baik, buruk juga buruk)
Hanya berbuat baik kalau dibaikin.
☑️ 3. AL Qothi, pemutus silaturahim..
Ghibah in, cari masalah dll.
✔️ KEUTAMAAN SILATURAHIM
➡️1. Sebab masuk surga, QS Ar Ra’ad 21-24.
وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ (21) وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ (22) جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ (23) سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (24) }
dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkannya, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
Allah sebutkan ciri-ciri penghuni surga ada menyambung silaturahim, dan Allah sebutkan ciri-ciri penghuni neraka diantaranya adalah memutus silaturahim.
Dalam hadits, disebutkan.
Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَصِلُوا اَلْأَرْحَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturahmi, berikanlah makanan dan laksanakanlah shalat pada saat manusia tertidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Darimi, berkata Tirmidzi : Hadist ini Hasan Shahih )
Ini poin penting yang Rasulullah ﷺ dakwahkan ketika sampai Madinah.
➡️2. Memperpanjang umur
➡️3. Melapangkan rezeki.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Barangsiapa ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.
Ini dalil bahwa seorang yang sambung silaturahim selain ikhlas karena Allah, boleh domplemg niat untuk kelapangan rezeki dan panjang umur.
Sedekah tidak akan kurangi harta, bahkan menambah.. Maka apalagi bila kepada kerabat yang pahala nya lebih besar…
➡️ 4. Silaturahim bukti iman kepada hari akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda,
من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليصل رحمه
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim.” (HR. Bukhari).
⛔ BAHAYANYA MEMUTUS SILATURAHMI
▶️ 1. Sebab masuk neraka. QS Ar Rad.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَا قِهٖ وَيَقْطَعُوْنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَ رْضِ ۙ اُولٰٓئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْٓءُ الدَّا رِ
“Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh laknat dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam).”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 25)
▶️ 2. Mendapat laknat..
Ayat diatas..
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
لا يدخلُ الجنةَ قاطعُ رحمٍ
“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi” (HR. Bukhari – Muslim).
Allah berfirman,
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka. QS Muhammad 22-23
Dituliskan, dibuatkan = dengar dan lihat ayat Allah tapi tidak paham.. Buta mata buta hati.
Laknat = dijauhkan dari rahmat Allah
▶️ 3. Termasuk ciri orang fasik.
Allah berfirman,
وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلا الْفَاسِقِينَ الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ
Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya.. Qs Al Baqarah ayat 26-27.
Ini menunjukkan bahwa memutus silaturahim adalah dosa besar.
▶️ 4. Mudah dapat hukuman di dunia sebelum di akhirat.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allâh siapkan baginya di akhirat daripada baghyu (kezhaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan kerabat. HR Bukhari.
▶️ 5. TIDAK terima amalannya..
Dalam sebuah hadits, yang terjadi perselisihan, ada yang menghasankan..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
))ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ((
“Ada tiga kelompok yg shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah).
1.Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya
2.Istri yg tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya
3.Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan).” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al-Albani, al Misyakah no. 1128)
Gara-gara ribut dengan kakak dan adik, ada ego yang besar…
▶️ 6. Tidak diberi bonus ampunan
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا.
“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diberi bonus ampunan dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengam-punan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai.”
📌 Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyambung silaturahim
📐1. Menyambung silaturahim ibadah, harus ikhlas karena Allah
📐2. Tatkala kita tahu bahwa sambung adalah ibadah, maka bila respon nya buruk, maka kita yakini bahwa kita dapat pahala yang banyak dari Allah
📐 3. Perlu perjuangan dalam sambung silaturahim.. QS Ar Rad, takut kepada Allah, takut hisab…. Takut dituntut akhirat..
Berharap surga dengan sabar saat menjalani usaha sambung silaturahim.
📐 4. Memberi materi adalah yang utama, apalagi harta yang dicintainya..
Surat Al-Insan (76) Ayat 8
وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًۭا وَيَتِيمًۭا وَأَسِيرًا
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.
Berikan harta yang kita suka, bisa berwujud uang atau materi lainnya..
Ini adalah perkara yang besar di sisi Allah..
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


