TematikUstadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH (11&12)

This entry is part 9 of 27 in the series 40Karakter

Diterbitkan pertama kali pada: 13-Jan-2024 @ 06:08

6 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH (11&12)*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
1 Rajab 1445H/13 Jan 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Marilah kita syukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Terutama nikmat Islam dan nikmat iman.

Kita semua akan diminta pertanggungjawaban atas semua amalan kita oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalau amalan kita baik maka balasannya adalah nikmat surga, kalau buruk maka adzab pedih yang akan kita terima.

Semoga Allah mudahkan kita istiqomah di atas ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

1️⃣1️⃣ *HAMBA YANG BERSUMPAH HANYA ATAS NAMA ALLAH*

Ini terkait erat dengan tauhid, karena hanya atas Allah saja sumpah. Tidak boleh sumpah selain atas nama Allah.

Dari Ibnu Umar : bersumpahlah kalian atas Nama Allah dan penuhilah sumpah kalian serta berlaku jujur. Karena Allah mencintai sumpah atas Nama-Nya.

Fenomena saat ini banyak orang yang sangat mudah bersumpah. Sebaiknya hindari hal yang demikian.

📍Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللّٰهُ بِا للَّغْوِ فِيْۤ اَيْمَا نِكُمْ وَلٰـكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُّمُ الْاَ يْمَا نَ

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 89)

📍Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَجْعَلُوا اللّٰهَ عُرْضَةً لِّاَيْمَا نِکُمْ اَنْ تَبَرُّوْا وَتَتَّقُوْا وَتُصْلِحُوْا بَيْنَ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa, dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 224)

❌Contoh sumpah yang tidak boleh misal
– Demi Allah aku tidak akan berbakti kepada orang tua.
– Demi Allah saya tidak akan mendamaikan orang yang berselisih.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

لاَ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ وَلاَ بِأُمَّهَاتِكُمْ وَلاَ بِالْأَنْدَادِ وَلاَ تَحْلِفُوا إِلاَّ بِاللهِ وَلاَ تَحْلِفُوا إِلاَّ وَأَنْتُمْ صَادِقُوْنَ

“Janganlah kalian bersumpah atas nama ayah-ayah kalian, ibu-ibu kalian, dan tandingan-tandingan Allah. Janganlah kalian bersumpah kecuali atas nama Allah. Dan janganlah kalian bersumpah kecuali dalam keadaan jujur.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai, shahih)

❌Maka dilarang sumpah selain atas nama Allah, misal nya
– Demi Abdul Qadir Jailani
– Demi Malaikat
– Demi Rasulullah

Hadits Ibnu Umar radhiallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barang siapa bersumpah atas nama selain Allah, sungguh dia telah mempersekutukan Allah.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi dan al-Hakim, shahih)

Dalam setiap sumpah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam selalu bersumpah atas nama Allah.

Misalnya
– Demi Allah
– Demi Dzat Yang Menguasai Jiwa Manusia

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ، فَمَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللهِ أَوْ لِيَصْمُتْ

“Ingatlah bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala melarang kalian bersumpah atas nama ayah-ayah kalian. Barang siapa bersumpah, hendaklah dia bersumpah atas nama Allah atau hendaklah dia diam.” (HR. Muslim no. 1646)

Jaman dahulu orang sering bersumpah atas nama amanah. Dan ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

❗Jangan berdusta saat sumpah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ القِيَامَةِ، وَلاَ يُزَكِّيهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Ada tiga jenis orang yang Allah Ta’ala tidak akan melihat mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka disediakan siksa yang pedih.”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan salah satunya, yaitu:

وَرَجُلٌ أَقَامَ سِلْعَتَهُ بَعْدَ العَصْرِ، فَقَالَ: وَاللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ لَقَدْ أَعْطَيْتُ بِهَا كَذَا وَكَذَا، فَصَدَّقَهُ رَجُلٌ ” ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ: {إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا}

“ … dan seseorang yang masih menjual dagangannya setelah shalat ‘Ashar lalu dia bersumpah, “Demi Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, sungguh tadi barang daganganku sudah laku dengan harga sekian.” Akhirnya pembeli pun percaya. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janjinya dengan Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit (yaitu dunia, pent.) (QS. Ali ‘Imran [3]: 77).“ (HR. Bukhari dan Muslim)

❗Sumpah yang terlanjur dilakukan dan isinya menyalahi syariat harus digugurkan dan bayar kafarat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَكَفَّا رَتُهٗۤ اِطْعَا مُ عَشَرَةِ مَسٰكِيْنَ مِنْ اَوْسَطِ مَا تُطْعِمُوْنَ اَهْلِيْكُمْ اَوْ كِسْوَتُهُمْ اَوْ تَحْرِيْرُ رَقَبَةٍ ۗ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَا مُ ثَلٰثَةِ اَيَّا مٍ ۗ ذٰلِكَ كَفَّا رَةُ اَيْمَا نِكُمْ اِذَا حَلَفْتُمْ ۗ وَا حْفَظُوْۤا اَيْمَا نَكُمْ ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

” maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian, atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 89)

Urutan ini hanyalah permainan pilihan.
Inilah yang disebut kafaratul yamin.

Jagalah sumpah itu dan selalu sumpah atas nama Allah. Hadirkan kebaikan pada sumpah itu.

1️⃣2️⃣ *MUKMIN YANG KUAT*

Dalam sebuah hadits,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,  Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allah , dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan. HR Muslim.

Mukmin yang lemah sudah baik karena keimanan kepada Allah.

📍Mukmin yang kuat – adalah yang kuat iman, kuat amal sholeh, kuat tekad kebaikan, kuat dalam mewujudkan perintah Allah, kuat dalam perjuangannya di atas jalan Allah.

Lihatlah bagaimana shahabat segera dalam kebaikan.

Kisah perang badar – saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju barisan muslimin dan memberikan semangat kepada mereka untuk berperang dan menjanjikan mereka dengan surga yang nikmat bagi mereka yang syahid di jalan Allah. Seperti dalam sabdanya,

ِقُوْمُوْا إِلَى جَنَّةٍ عَرْضِهَا السَّمَوَاتِ وَالأَرْض

“Berdirilah kalian menuju surga yang luasnya bagai langit dan bumi.” ‘Umair bin Al-Humam Al-Anshari berkata, “Wahai Rasulullah, surga yang luasnya seluas lapisan langit dan bumi?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” ‘Umair menimpali, “Wah, betapa besarnya!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mengapa engkau mengatakan hal itu?” ‘Umair menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah. Aku hanya berharap agar aku akan menjadi penghuninya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau akan menjadi penghuninya.” Kemudian ia mengeluarkan kurma-kurma yang terdapat dalam bungkusannya dan memakan sebagiannya seraya berkata, “Jika aku hidup karena memakan kurma-kurma ini, sungguh ia adalah kehidupan yang panjang.” Ia pun membuang sebagian kurmanya dan langsung berperang sehingga terbunuh dan syahid.

Hadits ini adalah adalah psikologi mukmin untuk menjadi mukmin yang kuat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِيَّا كَ نَعْبُدُ وَاِ يَّا كَ نَسْتَعِيْنُ 
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 5)

Aisyah radhiallahu ta’ala ‘anha  mengatakan:

سَلُوا اللَّهَ كُلَّ شَيءٍ حَتَّى الشِّسعَ

“Mintalah kepada Allah bahkan meminta tali sendal sekalipun” (HR. Al Baihaqi).

🔺Ketika seseorang selalu minta kepada Allah maka akan hilang dua penyakit hati,yaitu.

1. Sombong
2. Mudah putus asa (cengeng).

📍Kunci untuk jadi mukmin yang kuat
1. Semangat
2. meminta pertolongan kepada Allah.
3. Jangan berandai-andai atas sesuatu yang telah terjadi.

Tingkatan nilai ketergantungan kita kepada Allah.

Doa terhindar kelemahan, kemalasan.

Doa Berlindung Dari Sifat Malas, Pikun, Dosa, Hutang, Fitnah Dan Azab Kubur, Fitnah Dan Azab Neraka, Fitnah Kekayaan Dan Kemiskinan Dan Fitnah Dajjal

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ، وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal kasali wal haromi, wal ma’tsami wal maghromi, wa min fitnatil qobri wa ‘adzaabil qobri, wa min fitnatin-naari wa ‘adzaabin-naari, wa min syarri fitnatil ghinaa, wa a’uudzu bika min fitnatil faqri, wa a’uudzu bika min fitnatil masiihid-dajjaal.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan pikun/usia jompo, perbuatan dosa dan hutang, fitnah kubur dan azab kubur, fitnah neraka dan azab neraka, keburukan fitnah kekayaan, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kemiskinan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Dajjal.
HR. Bukhari

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak Allah sucikan, tidak Allah lihat, dan bagi mereka siksa yang menyakitkan: orangtua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong”. (HR. Ahmad, Muslim).

Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Kikir, Penakut, Lilitan Hutang Dan Penindasan Orang

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani, wal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhola’id-daini wa gholabatir-rijaal.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, lemah dan malas, kikir dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.
HR. Bukhari

❗Ingatlah akan janji Allah..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 69)

Semoga bermanfaat.

#40karakter
#mukmin
#kuat

##$$—aa-$$##

Digita Template

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #10 HAMBA YANG SUKA MEMBACA SURAT AL IKHLAS KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH 13
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?