Diterbitkan pertama kali pada: 08-Jun-2024 @ 06:06

6 menit membaca

*TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 266-268*
Ustadz Muhammad Shoim
1 Dzulhijah 1445H/8 Juni 2024

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ (266)

Apakah ada salah seorang di antara kalian yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu, sedangkan dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah (kebun). Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian supaya kalian memikirkannya.

Ayat ini terkait ayat sebelumnya bila orang yang telah sedekah itu mengungkit-ungkit sedekahnya itu (Al Manu).

Al Ada – menyakiti orang yang diberi sedekah. Dengan cara menceritakan bahwa dia diberi sedekah.

Dalam riwayat Al Bukhari – dari Ubaid ibnu Umair yang menceritakan bahwa pada suatu hari Umar ibnul Khattab pernah bertanya kepada sahabat-sahabat Nabi ﷺ mengenai orang yang dimaksud di dalam ayat berikut, yaitu firman-Nya: Apakah ada salah seorang di antara kalian yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur. (Al-Baqarah: 266)

Mereka menjawab bahwa Allah lebih mengetahui tentang maksudnya. Maka Umar marah dan mengatakan, “Katakanlah oleh kalian, ‘Kami mengetahui atau kami tidak mengetahui’.”

Maka Ibnu Abbas berkata, “Hai Amirul Mukminin, aku mengetahui sedikit mengenainya.” Maka Umar Radhiyallahu Anhu berkata, “Katakanlah hai anak saudaraku, janganlah kamu merasa rendah diri.”

Ibnu Abbas berkata, “Makna ayat ini mengandung perumpamaan yang dibuat oleh Allah untuk menggambarkan suatu amal perbuatan.” Umar bertanya, “Amal apakah yang kamu maksudkan?” Ibnu Abbas menjawab bahwa hal itu ditujukan kepada seorang lelaki yang kaya, lalu ia beramal untuk ketaatan kepada Allah. Kemudian Allah mengirimkan setan kepadanya, akhirnya ia melakukan perbuatan-perbuatan maksiat hingga menghabiskan semua pahala amal kebaikannya.

Karena amalan itu tergantung akhirnya.

Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ.

“Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya.” HR Ibnu Hibban.

🔸Kemungkinan
1. Akhir amalan adalah kufur yang membatalkan keIslaman
2. Beramal tapi tidak ikhlas.

Dalam sebuah hadits..

عَنِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah ﷺ  menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan, “Sesungguhnya setiap kamu dihimpunkan kejadiannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, lalu berubah menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan kepadanya ruh dan diperintahkan untuk mencatat empat perkara: mencatat rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya di antara kamu ada orang yang melakukan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, akan tetapi catatan mendahuluinya, akhirnya dia melakukan perbuatan ahli neraka, ia pun masuk ke neraka. Sesungguhnya di antara kamu ada orang yang melakukan perbuatan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, akan tetapi catatan mendahuluinya, akhirnya dia melakukan perbuatan ahli surga, ia pun masuk ke surga” (HR. Bukhari dan Muslim).

Al-Imam al-Bukhari juga meriwayatkan dalam Shahihnya dari Sahl bin Saad radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Perang Uhud bersabda,

مَن أحَـبَّ أنْ ينظُرَ إلى رجلٍ مِن أهلِ النَّارِ فلينظُرْ إلى هذا

“Siapa yang ingin melihat seseorang dari penghuni neraka, hendaklah ia memperhatikan orang ini.”

Lalu ada seorang sahabat yang mengikuti orang tersebut. Orang sangat hebat dalam bertempur menghadapi orang-orang musyrik. Banyak dari mereka tewas di tangannya. Sahabat ini pun heran dengan sabda Nabi ﷺ . Tapi ia terus mengikutinya. Sampai akhirnya ia terluka. Orang tersebut tak sabar menahan rasa sakit lukanya. Lalu ia tegakkan pedangnya dan ia tindihkan dadanya di atas pedang tersebut hingga menembus punggungnya. Ia pun mati bunuh diri. Kemudian Nabi ﷺ bersabda :

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ اْلجَنَّةِ فِيْمَا يَبْدُوْ لِلنَّاسِ.

“Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian benar-benar melakukan amalan ahli surga, dalam apa yang nampak kepada manusia.”

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ.

“Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya.”

🔸Pelajaran – supaya kita manfaatkan waktu saat muda. Jangan taswif – menunda-nunda.

🔸Kita dianjurkan untuk segera beramal bukan tergesa-gesa.

🔸Orang yang berbuat ikhlas maka kebaikannya untuk diri dan keturunannya.
Lihat tafsir surat Al Kahfi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّاۤ اَخْرَجْنَا لَـكُمْ مِّنَ الْاَ رْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰ خِذِيْهِ اِلَّاۤ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 267)

Sedekah itu dengan harta yang baik.
Imam Mujahid mengatakan ayat ini terkait zakat perdagangan (2.5%).
Juga zakat pertambangan.

Al-Barra Radhiyallahu Anhu mengatakan, “Ayat ini diturunkan berkenaan dengan kami (kalangan Ansar); di antara kami ada orang-orang yang memiliki kebun kurma. Seseorang dari kami biasa mendatangkan sebagian dari hasil buah kurmanya sesuai dengan kadar yang dimilikinya; ada yang banyak, dan ada yang sedikit.

Kemudian ada seorang lelaki (dari kalangan Ansar) datang dengan membawa buah kurma yang buruk, lalu menggantungkannya di masjid.

Sedangkan golongan suffah (fakir miskin) tidak mempunyai makanan; seseorang di antara mereka apabila lapar datang, lalu memukulkan tongkatnya pada gantungan buah kurma yang ada di masjid, maka berjatuhanlah darinya buah kurma yang belum masak dan yang berkualitas rendah, lalu memakannya.

Di antara orang-orang yang tidak menginginkan kebaikan memberikan sedekahnya berupa buah kurma yang buruk dan yang telah kering dan belum masak, untuk itu ia datang dengan membawa buah kurmanya yang buruk dan menggantungkannya di masjid. Maka turunlah ayat berikut, yaitu firman-Nya: ‘Dan janganlah kalian memilih yang buruk-buruk, lalu kalian nafkahkan darinya, padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya’ (Al-Baqarah: 267).”

Al-Barra ibnu Azib Radhiyallahu Anhu mengatakan, “Seandainya seseorang di antara kalian diberi hadiah buah kurma seperti apa yang biasa ia berikan, niscaya dia tidak mau mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata terhadapnya dengan perasaan malu. Maka sesudah itu seseorang di antara kami selalu datang dengan membawa hasil yang paling baik yang ada padanya.”

❗Kalau kita ingin orang lain memberi yang terbaik untuk kita maka kita juga harus berikan yang terbaik untuk orang lain.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. (Al-Baqarah: 267)

Dengan kata lain, sekalipun Dia memerintahkan kepada kalian untuk bersedekah dengan harta kalian yang paling baik, pada kenyataannya Dia tidak memerlukannya. Dia Mahakaya dari itu. Tidak sekali-kali Dia memerintahkan demikian melainkan hanya untuk berbagi rasa antara orang yang kaya dan orang yang miskin. Pengertian ayat ini sama dengan firman-Nya:

لَنْ يَنالَ اللَّهَ لُحُومُها وَلا دِماؤُها وَلكِنْ يَنالُهُ التَّقْوى مِنْكُمْ

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya. (Al-Hajj: 37)

🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْـفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِا لْفَحْشَآءِ ۚ وَا للّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ 

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 268)

Maksudnya, menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan agar kalian kikir dengan harta yang ada di tangan kalian sehingga kalian tidak menginfakkannya ke jalan yang diridai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ

sedangkan Allah menjanjikan untuk kalian ampunan dari-Nya. (Al-Baqarah: 268)

sebagai lawan dari apa yang dianjurkan oleh setan kepada kalian yang mendorong kepada perbuatan-perbuatan yang keji.

وَفَضْلًا

dan karunia. (Al-Baqarah: 268)

sebagai lawan dari kemiskinan yang ditakut-takutkan oleh setan kepada kalian.

وَاللَّهُ واسِعٌ عَلِيمٌ

Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 268)

Semoga bermanfaat.

#sedekah #harta #baik

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?