KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #9 JIHAD FII SABILILLAH
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #01 (Muqaddimah)
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #6 ORANG-ORANG YANG SABAR
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #02 : ORANG YANG BERTAUBAT
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH-04
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #9 JIHAD FII SABILILLAH
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #5 ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI TUNTUNAN NABI ﷺ
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #8 ORANG-ORANG YANG BERBUAT ADIL
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #10 HAMBA YANG SUKA MEMBACA SURAT AL IKHLAS
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH (11&12)
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Nov-2023 @ 21:30
8 menit membaca*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #9 JIHAD FII SABILILLAH*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
24 Rabi’ul Akhir 1445H/11 Nov 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Ustadz memulai dengan ingatkan nikmat aman,sehat dan ada makanan..
🔸Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan m sehat badannya,aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya” (HR. Ibnu Majah).
Saudara-saudara kita ada yang sedang tidak nyaman dengan keadaannya, misalnya di Palestina dst.
Nikmat aman bila dihitung dengan uang harga nya sangat mahal.. Begitu juga dengan nikmat sehat.
Itu baru tiga nikmat, kalau disebutkan semua maka kita tidak ada yang mampu membuat menghitungnya.
Misalnya fungsi alis, ternyata berfungsi menjaga air atau hujan yang jatuh dari atas agar tidak langsung masuk mata.
Begitu setiap titik lidah, bulu hidung dan semuanya ada fungsinya masing-masing.
📍Begitu juga dengan nikmat duduk di majelis ilmu.
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ
“Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Thabrani, hasan shahih)
Marilah kita ikuti tuntunan Nabi Muhammad ﷺ, sampai akhir zaman.
➡️ Jihad fii sabilillah.
Allah mencintai orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Disebutkan dalam banyak ayat, antara lain.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَ نَّهُمْ بُنْيَا نٌ مَّرْصُوْصٌ
“Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
(QS. As-Shaf 61: Ayat 4)
Jihad dengan syarat dan ketentuan sesuai syariat.
Jihad dengan pasukan, hendaknya dilakukan dibawah pimpinan kaum mukminin. Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam jihad dengan pasukan dan sesuai perintah Nabi ﷺ. Dan perintah kaum mukminin ini diteruskan oleh Abu Bakar radhiyallahu anhu.
Islam itu cinta damai, tapi kok kirim pasukan? Al jawab – pada dasar nya Islam itu cinta damai,sebarkan kasih sayang.
Lihatlah firman Allah,
وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا رَحْمَةًۭ لِّلْعَـٰلَمِينَ
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Surat Al-Anbiya (21) Ayat 107.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sebutkan hal itu.
Tapi ketika Islam ini ingin disebarkan (bukan dipaksakan) justru musuh Allah menghalangi. Maka tatkala kaum muslimin dihalangi menyampaikan kebenaran maka saat itulah berlalu syariat jihad.
Islam adalah agama yang cinta damai.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ کَآ فَّةً ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـکُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208)
Allah yang namakan Islam dengan kedamaian.
Pada saat penaklukan Mekkah, yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam katakan sebagai hari kasih sayang, padahal saat itu ada hoax yang mengatakan hari itu adalah hari pembalasan. Saat ini kekuatan muslim sudah sangat besar, dan kafir Quraisy sangat lemah.
Kebenaran harus ditegakkan, tauhid harus ditegakkan.
Perlu dicatat bahwa musuh Islam diam akan hal muslim diatas kebenaran..
وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا
Mereka (musuh Islam, kafir) tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Qs Al Baqarah ayat 217.
🔸Ambillah hikmah bagaimana para sahabat beriman hanya dengan curi dengar.
Itulah fitrah. Jangan dihalangi.
📍Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)
Dalam hadits..
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ فَمَنْ؟
“Sungguh, kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta. Kalaupun mereka menempuh jalur lubang dhabb (binatang sejenis biawak), niscaya kalian akan menempuhnya.” Kami mengatakan, “Ya Rasulullah, apakah jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Maka perlu niat kuat untuk jaga agama Allah, sesuai dengan syarat.
Jihad tidak hanya dengan jiwa, tetapi juga dengan harta, jiwa dan raga dst.
Dalam ayat lain,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman.
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11) يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (12) وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (13) }
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Qs Al Shaf ayat 10-13.
Bakti kepada orang tua juga termasuk jihad.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَلَا تُطِعِ الْكٰفِرِيْنَ وَ جَاهِدْهُمْ بِهٖ جِهَا دًا كَبِيْرًا
“Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur’an) dengan (semangat) perjuangan yang besar.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 52)
Ini adalah dakwah – termasuk dakwah.
Jadi dipahami bahwa jihad itu maknanya luas, sedang jihad fii sabilillah adalah ayunkan senjata.
Dalam surat At Taubah banyak terdapat ayat tentang jihad.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَ مْوَا لَهُمْ بِاَ نَّ لَهُمُ الْجَــنَّةَ ۗ
يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَ يُقْتَلُوْنَ ۗ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ وَا لْقُرْاٰ نِ ۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَا سْتَـبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖ ۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 111).
Jihad dengan jiwa dan harta dan Allah terima maka balasannya adalah surga.
Dalam fiqih jihad – kabur dari peperangan – termasuk satu dari dosa yang sangat dibenci.
Hanya iman yang kokohnya ikan seseorang.
Lihatlah kisah Umair sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya pergi berperang, hingga mereka mendahului kaum musyrikin di daerah Badar, baru setelah itu kaum musyrikin. Maka nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Jangan sekali-kali salah seorang dari kalian maju ke depan, kecuali kalau aku memerintahkannya.”
Kemudian kaum musyrikin semakin mendekat, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”
Maka ‘Umair bin Al-Humam Al-Anshari berkata,” Wahai rasulullah, surga luasnya seluas langit dan bumi?” Beliau menjawab, “Ya.”
‘Umair berkata, “Ckk..ckk (alangkah hebatnya).”
Nabi menjawab, “Apa yang membuatmu kagum.”
Dia menjawab, “Tidak apa-apa wahai Rasulullah, hanya saja saya berharap agar menjadi penduduknya.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau termasuk penduduknya.”
Maka ‘Umair melemparkan beberapa kurma dari tempat perbekalannya sambil memakannya, kemudian dua berkata, “Kalau aku hidup dengan menunggu sampai habisnya kurma-kurma ini, tentu alangkah panjangnya hidupku!!”
Maka dia membuang kurma-kurmanya kemudian memerangi mereka, hingga akhirnya dia terbunuh.” (HR. Muslim).
🔸Jihad butuh kegigihan.. Perlu dilatih.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang beri kemenangan dengan senjata iman dan takwa. 📍📍
Allah tidak mungkin memberi kemenangan bila ada pasukan yang bermaksiat.
Dan saat perang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam seringkali ajak Abu Bakar untuk berdoa.
✅ Salah satu doa yang terkenal adalah..
Ya Allah penuhilah janji-Mu padaku, ya Allah berilah apa yang telah Engkau janjikan padaku, ya Allah jika pasukan Islam yang berjumlah sedikit ini musnah niscaya tak ada lagi orang yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini
✅ Motivasi jihad, dalam hadits.
🔸Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda:
أَرْوَاحُهُمْ فِيْ جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ، لَهَا قَنَادِيْلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَائَتْ، ثُمَّ تَأْوِي إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيْلِ، فَاطَّلَعَ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمُ اطِّلاَعَةً. فَقَالَ: هَلْ تَشْتَهُوْنَ شَيْئًا؟ قَالُوْا: أَيَّ شَيْءٍ نَشْتَهِي؟ وَنَحْنُ نَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شِئْنَا. فَفَعَلَ ذلِكَ بِِهِِمْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ. فَلَمَّا رَأَوْا أَنَّهُمْ لَنْ يُتْرَكُوْا مِنْ أَنْ يُسْأَلُوْا، قَالُوْا: يَا رَبِّ نُرِيْدُ أَنْ تَرُدَّ أَرْوَاحَنَا فِي أَجْسَادِنَا حَتَّى نُقْتَلَ فِيْ سَبِيْلِكَ مَرَّةً أُخْرَى. فَلَمَّا رَأَى أَنْ لَيْسَ لَهُمْ حَاجَةٌ تُرِكُوْا.
“Ruh-ruh mereka berada dalam tembolok burung berwarna hijau, burung itu mempunyai sarang yang bergelantungan pada ‘Arsy Allah, ia terbang di Surga pada pagi hari sekendaknya, kemudian ia kembali ke sarang tersebut.
Allah memperhatikan mereka dan berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu?’
Mereka menjawab, ‘Apa lagi yang kami inginkan? Sedangkan kami telah terbang di Surga sekendak kami.’ Allah mengulangi sampai tiga kali, ketika mereka melihat bahwa mereka tidak akan dibiarkan sampai meminta sesuatu, mereka pun berkata, ‘Ya Rabb-ku, kami ingin agar Engkau mengembalikan ruh kami ke jasad-jasad kami hingga kami dapat berperang kembali di jalan-Mu.’
Ketika Allah melihat mereka tidak membutuhkan apa-apa lagi, Allah pun meninggalkan mereka.’”
HR Muslim, Tirmidzi
Orang yang mati syahid mendapatkan 6 balasan sekaligus.
Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib Al-Kindi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِى أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِى سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ
“Bagi orang yang mati syahid di sisi Allah enam keutamaan:
(1) ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat;
(2) ia melihat tempat duduknya di surga; (3) ia diselamatkan dari siksa kubur;
(4) ia diamankan tatkala hari kebangkitan;
(5) kepalanya diberi mahkota kewibawaan, satu berlian yang menempel di mahkota itu lebih baik dari pada dunia seisinya;
(6) ia dinikahkan dengan 72 gadis dengan matanya yang gemulai;
(7) ia diberi hak memberi syafaat 70 orang dari kerabatnya.” (HR. Ahmad)
📍Dalam haidts lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “seorang muslim yang berperang di jalan Allah selama waktu pemerahan susu (sekejap), maka dia pasti masuk surga.” HR Ibnu Majah.
📍Dalam hadits lain.. Dari Ibnu Abbas -raḍiyallahu ‘anhumā-, ia berkata, Aku pernah mendengarkan Rasulullah -ṣallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Ada dua mata yang tak disentuh api Neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang begadang untuk berjaga (patroli) di jalan Allah.” HR Tirmidzi.
Cobalah untuk berusaha menangis dalam kesendirian karena takut kepada Allah. ✔️
Berdoa lah supaya bisa meninggal dalam keadan berjihad.
Seperti doanya Umar bin Khaththab yang meminta diwafatkan secara syahid di kota Madinah, yang saat itu sudah aman.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ، وَاجْعَلْ مَوْتِي فِي بَلَدِ رَسُولِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Allahummar-zuqni syahadatan fii sabiilika, waj’al mautii fii baladi rasuulika shallallahu ‘alaihi wasallam.”
“Ya Allah, angerahkanlah kepadaku mati syahid di jalan-Mu dan jadikanlah kematianku di negeri Rasul-Mu shallallahu ‘alaihiwasallam
Dan Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa ‘Umar dengan dibunuhnya beliau oleh Abu Lu’lu’ sehingga beliaupun mendapatkan pahala syahid, karena beliau dibunuh secara dzalim.
#jihad #ilmu #surga
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$$$

