TematikUstadz Rizal Yuliar Putrananda, LcFaidah

KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #02 : ORANG YANG BERTAUBAT

This entry is part 2 of 27 in the series 40Karakter

Diterbitkan pertama kali pada: 20-Agu-2022 @ 08:24

7 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH* #02 : ORANG YANG BERTAUBAT
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
22 Muharam 1444 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Hendaknya kita mengasihani diri kita karena usia kita yang selalu bertambah dan segera berjumpa dengan Allah. Dimana apa yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawaban di hadapan Allah ﷻ.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)

➡️ *Orang yang bertaubat.*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۙ قُلْ هُوَ اَذًى فَا عْتَزِلُوْا النِّسَآءَ فِى الْمَحِيْضِ ۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِ ذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّا بِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)

التَّوَّا ب
Adalah wazan Dari fa’ala yang artinya orang yang suka bertaubat.

Seseorang seharusnya gentle dengan berani mengakui kesalahan, ini menunjukkan Qalbu nya masih hidup..
Bila hatinya jujur maka dia akan segera bertaubat kepada Allah.

Rasûlullâh Shalllallahu ‘alaihi wa sallam :

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat. HR Ahmad

Kesalahan Nabi Adam adalah mendengar godaan iblis, padahal Allah telah memberi peringatan bahwa iblis adalah musuh Nabi Adam dan istrinya.
Allah uji Nabi Adam dan Hawa untuk tidak mendekati satu pohon…

Dalam menggoda Nabi Adam.. Iblis mengatakan bahwa dirinya hanya ingin berbuat baik, ingin memberi nasihat..

Akhir nya Nabi Adam tergelincir dan berbuat kesalahan.

Dan segera menyadari kesalahan kemudian segera bertaubat kepada Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَتَلَقّٰۤى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَا بَ عَلَيْهِ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّا بُ الرَّحِيْمُ
“Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 37)

*Merasa diri kita baik adalah salah satu bentuk bisikan syetan.*

Check diri kita, check lisan, mata dan pikiran kita.. Apakah kita banyak melakukan kemaksiatan.

Segeralah bertaubat kepada Allah. Karena Allah Maha Menerima taubat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْٓءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 110)

Teruslah untuk muhasabah diri.

Ayat ini adalah salah satu ayat yang memberi harapan.

🖍️ *Seseorang dikatakan mendzalimi diri sendiri karena dia berdosa.*

Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا

“Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga.” (HR. Muslim)

🖍️ Sehebat apapun kualitas takwa kita, kita pasti tergelincir dalam dosa.

Rasulullah shallallahualaihiwasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

“Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad, Tirmidzi).

Abu Bakar, sahabat yang paling mulia di sisi Nabi shallallahu alaihi wasallam, orang yang paling baik setelah para Nabi, yang telah dinyatakan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

         مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Siapakah di antara kalian yang pagi ini sedang berpuasa?”. Abu Bakar menjawab : “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah mengantarkan jenazah?” Abu Bakar menjawab: “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab: “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah menjenguk orang sakit?”. Abu Bakar menjawab : “Aku.” Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah semua itu ada pada seseorang kecuali dia pasti akan masuk surga.” ( HR. Muslim )

Begitu mulia nya Abu Bakar, masih juga meminta Nabi ﷺ ajarkan doa untuk bertaubat.. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun mengajarkan doa ini..

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي  ظَلَمْتُ كَثِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ  إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allahumma inni dhalamtu nafsii dhulman katsiiraw wa laa yaghffirudh dhunuba illaa anta faghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta, fhaghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta al-ghafurur rahiim

“Ya Allah, sungguh aku menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang sangat dan tidak ada yang mampu memberikan pengampunan kecuali Engkau oleh karenanya ampunilah diriku dengan pengampunan dari-Mu dan rahmatilah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun dan Maha Pengasih.” HR Bukhari Dan Muslim

🔸Lihatlah bagaimana kisah sahabat segera menuju pintu surga.. Yaitu Kisah jihadnya Umair bin Al-Humam Al-Anshari

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya berangkat sehingga mereka lebih dahulu tiba di Badar daripada kaum musyrikin. Tidak lama kemudian kaum musyrikin tiba, maka Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah salah satu diantara kalian bertindak sedikitpun sebelum ada perintah dariku.” Ketika kaum musyrikin semakin dekat, maka Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Majulah kalian menuju surga, yang luasnya seluas langit dan bumi.” Anas berkata, “Tiba-tiba ‘Umair bin Al-Humam Al-Anshari berkata, “Ya Rasulullah, surga yang luasnya seluas langit dan bumi?” Beliau menjawab: “Ya.” ‘Umair berkata, “Wah, wah!” Maka Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mengapa kamu mengatakan wah, wah?” Umair menjawab, “Tidak, demi Allah wahai Rasulullah, saya tidak mengucapkannya kecuali karena saya mengharap semoga saya menjadi penghuninya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya kamu termasuk dari penghuninya.” Kemudian dia mengeluarkan beberapa butir kurma dari dalam sakunya dan memakannya sebagian. Sesudah itu dia berkata, “Jika saya masih hidup sampai aku menghabiskan semua kurmaku ini, tentunya itu adalah kehidupan yang lama.” Anas berkata, “Maka kurma yang masih tersisa di tangannya dia lemparkan begitu saja kemudian dia pergi bertempur hingga gugur.” (HR. Muslim).

Saat ini betapa mudahnya kita bermaksiat, betapa mudahnya berbuat dosa..
Dan berat untuk mendapat surga.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa-yang berat ) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)

Ingat senang itu beda dengan bahagia.

♦️Syarat taubat
✅1. Mengakui dosa dan Menyesal dengan sesungguhnya. Ini gerbang taubat
✅2. Meninggalkan perbuatan itu

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَا حِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَا سْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 135)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْٓءَ بِجَهَا لَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُ ولٰٓئِكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

“Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 17)

✅3. Tidak mengulang

Selipkan istighfar saat kita sedang beraktifitas.. Misalnya saat makan, saat gowes, saat tenis dst..

Ingatlah kematian sesering mungkin , Insya Allah memudahkan kita untuk istighfar.

*Kematian itu pasti, tapi kita belum tentu masuk surga tanpa mampir masuk neraka.*

{وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ}

Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung. (An-Nur: 31)

Allah bergembira dengan sebab hal itu.

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Sungguh Allah lebih bergembira dengan sebab taubat seorang hamba-Nya ketika ia mau bertaubat kepada-Nya daripada kegembiraan seseorang dari kalian yang menaiki hewan tunggangannya di padang luas lalu hewan itu terlepas dan membawa pergi bekal makanan dan minumannya sehingga ia pun berputus asa lalu mendatangi sebatang pohon dan bersandar di bawah naungannya dalam keadaan berputus asa akibat kehilangan hewan tersebut, dalam keadaan seperti itu tiba-tiba hewan itu sudah kembali berada di sisinya maka diambilnya tali kekangnya kemudian mengucapkan karena saking gembiranya, ‘Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanmu’, dia salah berucap karena terlalu gembira.” (HR. Muslim)

➡️ Allah tidak pernah tutup pintu taubat..

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa membuka tanganNya di waktu malam untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di waktu siang dan Allah membuka tanganNya di waktu siang untuk menerima taubat orang yang  berbuat dosa di waktu malam.” (HR. Muslim)

🖍️*Salah satu Konsep taubat adalah meninggalkan lingkungan atau kondisi yang mempersulit kita untuk taubat.*

Ingatlah kisah taubat dan hijrahnya orang yang telah membunuh 99 jiwa yang akhirnya hijrah ke lingkungan yang lebih baik. Sempat bertanya kepada ahli ibadah tapi tidak berilmu.. Dan akhirnya dibunuh (genap 100). Kemudian dia menemukan ahli ilmu (sekaligus ahli ibadah). Yang menyarankan untuk pindah lingkungan ke yang lebih baik. Sesuai saran ahli ilmu.

Dalam perjalanan dia meninggal dan belum ada perbuatan baik kecuali taubat.
Datang malaikat rahmat dan malaikat adzab… Yang berebut, Allah utus malaikat lain untuk menengahi.. Akhirnya diukur lah posisi orang tersebut. Allah perintahkan bumi tempat lingkungan lebih baik menyempit sehingga jarak nya lebih dekat.. Inilah kasih sayang Allah bagi orang-orang yang bertaubat.

*Taubat tidak perlu modal banyak..*

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Digita Template

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #01 (Muqaddimah)<< KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #6 ORANG-ORANG YANG SABAR KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?