HAKIKAT ALAM BARZAKH
Diterbitkan pertama kali pada: 30-Jan-2022 @ 15:03
3 menit membacaHAKIKAT ALAM BARZAKH
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
19 Jumadil Akhir 1443H
Al BARZAKH, secara bahasa disebut
Hayatul BARZAKH
AL Hayat= hidup, kehidupan di dunia, manusia menyibukkan diri dengan kelezatan dunia dan lupa akhirat.
BARZAKH = batas, sesuatu yang membatasi dua hal, yaitu alam dunia dan akhirat.
Disebutkan oleh para ulama, antara dunia dan akhirat..
Semua yang sudah meninggal dunia berarti telah berpindah ke alam BARZAKH.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
حَتّٰۤى اِذَا جَآءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَا لَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ
“Demikianlah keadaan orang-orang kafir
itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 99)
لَعَلِّيْۤ اَعْمَلُ صَا لِحًـا فِيْمَا تَرَكْتُ ۗ كَلَّا ۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۗ وَمِنْ وَّرَآئِهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ
“agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh-barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 100)
🔸Ini bukti orang-orang kafir menyesal setelah tahu apa yang dijanjikan dijumpai kebenaran setelah kematian.
Ujian telah selesai dan mendapatkan hasil ujian nya setelah kematian kelak.
Ahlussunnah Wal jamaah mengimani alam BARZAKH ini.
🖍️Ibnul Qayyim mengatakan, diantara perkara yang perlu diketahui adalah siksa kubur, yaitu di alam barzakh..
Seorang yang berhak untuk disiksa maka akan disiksa, baik dia dikubur ataupun tidak (misalnya dibakar, tenggelam di laut).
🖍️Imam Ibnu Abil Iz, dalam Syarah Ath Thohawiyah.. Disebutkan keimanan yang harus kita miliki beriman adanya adzab dan nikmat kubur.
Seseorang yang telah dikubur akan mendapatkan tiga pertanyaan yaitu Siapa Rabbnya, siapa Nabinya dan apa agamanya.
🔸Dalil lainnya..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِمَّنْ حَوْلَــكُمْ مِّنَ الْاَ عْرَا بِ مُنٰفِقُوْنَ ۗ وَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَا قِ ۗ لَا تَعْلَمُهُمْ ۗ نَحْنُ نَـعْلَمُهُمْ ۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَا بٍ عَظِيْمٍ
“Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (orang-orang kota) (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 101)
Munafik : dhahir nya Islam namun batin nya kafir.
Surat At-Tur (52) Ayat 47
وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ عَذَابًۭا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Allaahumma innii a’uudzu bika minal jubni, wa a’uudzu bika an urodda ilaa ar-dzalil ‘umuri, wa a’uudzu bika min fitnatid-dunyaa, wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobr.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu kepada serendah-rendahnya usia (pikun), aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.
HR. Bukhari 2822.
Dimana ruh?
Tidak memiliki tempat yang pasti, sesuai dengan amalannya.
Ada yang di tempatkan di dalam surga.
Roh mereka berada di tembolok burung (bukan burung berwarna hijau) yang bergelantungan di pohon-pohon surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang dinilai sahih oleh Al-Albani.
Sedang orang kafir, ruh nya di tanah dan disiksa..
➡️ Bertemu ruh orang mati bertemu dengan ruh yang masih hidup?
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَ نْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَا لَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَا مِهَا ۚ فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَ يُرْسِلُ الْاُ خْرٰۤى اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 42)
Yaitu bertemu di alam mimpi..
➡️ MAYIT dalam alam BARZAKH, tahu orang yang datang ziarah,
Rasulullah ﷺ saat ziarah mengucapkan
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
As-salaamu ‘alaikum daaro qoumin mu’miniin, wa innaa in syaa-allaahu bikum laa hiquun.
Semoga keselamatan atas kalian, wahai penghuni rumah kaum mukminin. Kami insya Allah akan menyusul kalian.
HR. Muslim 249.
Ibnul Qayyim, menjelaskan bahwa kalimat salam adalah ucapan untuk ajak orang komunikasi.
Berarti orang yang dikubur tahu akan diajak bicara.
Semoga bermanfaat..

