Diterbitkan pertama kali pada: 26-Nov-2023 @ 05:38

5 menit membaca

*AKHLAQ YAHUDI DALAM AL-QUR’AN*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
12 Jumadil Awal 1445 H / 26.11.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Agama sebelum agama yang dibawa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah agama yang dibawa Nabi Musa alaihissalam dan Nabi Isa alaihissalam yang konsep nya sama, yaitu tauhid.

Yahudi adalah Bani Israel adalah anak-anak keturunan Nabi Yakub alaihissalam bin Ishaq bin Ibrahim.

Israel = Isra (Abdu =hamba), El =Allah.

Nabi Ibrahim alaihissalam punya dua anak.
Ismail yang menurunkan Nabi Muhammad ﷺ
Ishaq dengan keturunan nya Bani Israil.

Bani Israel adalah kaum yang tertindas.

Yahudi – asalnya dari laqob yahuda – dan akhirnya jadi Yahudi.

Allah sebutkan kata Yahudi, dalam Al-Qur’an hanyalah untuk mencela.

➡️ Sifat Yahudi

1️⃣ Sifat mereka adalah sombong. Fanatik pada ras mereka.

Yang lahir dari keyakinan mereka bahwa mereka adalah hamba yang dipilih Allah, ras mereka lebih unggul.

Fanatik pada ras ujungnya adalah pembantaian.

Nabi shallallahu alaihi wasallam mengajarkan bahwa kemuliaan manusia itu dilihat dari takwa dan iman.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَا لَتِ الْيَهُوْدُ وَا لنَّصٰرٰى نَحْنُ اَبْنٰٓ ؤُا اللّٰهِ وَاَ حِبَّآ ؤُهٗ ۗ 
قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوْبِكُمْ ۗ بَلْ اَنْـتُمْ بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَ ۗ 

يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَاِ لَيْهِ الْمَصِيْرُ

“Orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.”

Katakanlah, “Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan.

Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali.””
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 18)

Kita wajib menjauhi sifat fanatik pada ras ini. Semua suku sama, hanya ketakwaan yang membedakan.

2️⃣ Yahudi suka berdusta.
Dusta adalah dosa yang paling jelek.
Dan ciri munafik yang kecil.

🔸Dusta itu ada levelnya.
Ada dosa kepada manusia.
Ada dosa berdusta atas nama Nabi ﷺ yang dosa nya lebih besar.
Dosa atas Nama Allah itulah yang paling parah, inilah yang dilakukan Yahudi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اُنْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْـكَذِبَ ۗ وَكَفٰى بِهٖۤ اِثْمًا مُّبِيْنًا

“Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 50)

Yang dimaksud adalah Yahudi. Yang berkeyakinan bahwa Allah pasti mengampuni mereka. Mereka bohong bahwa Allah pasti akan ampuni mereka.

🔸Kadang muslim ada yang berkata ini hukum Allah padahal tanpa dalil yang syari dari Al Qur’an dan Sunnah. Ini juga berdusta atas nama Allah. 📍

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ}

dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui. (Al-Baqarah: 169)

🔸Sedangkan dusta atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam ada pada dua ayat berikut.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ عَهِدَ اِلَيْنَاۤ اَ لَّا نُؤْمِنَ لِرَسُوْلٍ حَتّٰى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَا نٍ تَأْكُلُهُ النَّا رُ ۗ قُلْ قَدْ جَآءَكُمْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِيْ بِا لْبَيِّنٰتِ وَبِا لَّذِيْ قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوْهُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
*فَاِ نْ كَذَّبُوْكَ* فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ جَآءُوْ بِا لْبَيِّنٰتِ وَا لزُّبُرِ وَا لْكِتٰبِ الْمُنِيْرِ

“(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, agar kami tidak beriman kepada seorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.” Katakanlah (Muhammad), “Sungguh, beberapa orang rasul sebelumku telah datang kepadamu, (dengan) membawa bukti-bukti yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, tetapi mengapa kamu membunuhnya jika kamu orang-orang yang benar.Maka jika mereka mendustakan engkau (Muhammad), maka (ketahuilah) rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan (pula), mereka membawa Mukjizat-Mukjizat (penjelasan) yang nyata, Zabur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 183-184)

Ini watak Yahudi sampai hari ini.

3️⃣ Sifat Hasad.

Adalah akhlaq yang sangat jelek. Yang berharap nikmat pada orang lain hilang. (harta, kedudukan, ilmu dst).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّا سَ عَلٰى مَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۚ فَقَدْ اٰتَيْنَاۤ اٰلَ اِبْرٰهِيْمَ الْـكِتٰبَ وَا لْحِكْمَةَ وَاٰ تَيْنٰهُمْ مُّلْكًا عَظِيْمًا
“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 54)

🔸Karunia terbesar pada umat Islam adalah Nabi Muhammad ﷺ.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَدَّ کَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَا نِكُمْ كُفَّا رًا ۚ حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَـقُّ ۚ فَا عْفُوْا وَا صْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى کُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 109)

Ini bentuk dengki yang paling parah, ingin keimanan hilang dari seseorang. Atau berharap keluar dari pemahaman salaf, sesuai pemahaman para sahabat radhiallahu’anhum.

4️⃣ Terlalu cinta dunia.

Cinta dunia adalah pokok inti kesalahan, sebagaimana disebutkan para ulama salaf.

Kumpulkan harta hanya karena hobi. Tidak dipakai.

Cinta dunia ini Yahudi mengunakan segala cara.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَ يْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا کَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ
“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri) kemudian berkata, “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 79)

Makna ثَمَنًا قَلِيْلًا adalah kesenangan dunia.

Yahudi punya keyakinan bahwa semua harta di dunia ini milik mereka, umat lain hanya menumpang.

📍Allah ceritakan perbuatan Yahudi yaitu makan riba.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّاَخْذِهِمُ الرِّبٰوا وَقَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَاَ كْلِـهِمْ اَمْوَا لَ النَّا سِ بِا لْبَا طِلِ ۗ وَاَ عْتَدْنَـا لِلْـكٰفِرِيْنَ مِنْهُمْ عَذَا بًا اَ لِيْمًا
“dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka adzab yang pedih.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 161)

📍Yahudi mudah berbuat dosa dan mudah bermusuhan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَتَرٰى كَثِيْرًا مِّنْهُمْ يُسَا رِعُوْنَ فِى الْاِ ثْمِ وَا لْعُدْوَا نِ وَاَ كْلِهِمُ السُّحْتَ ۗ لَبِئْسَ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 62)

Ini semua dari kecintaan pada dunia.

Makna السُّحْتَ adalah tidak berkah.

5️⃣ Sifat Khianat.

Juga merupakan dosa besar dan salah satu ciri munafik.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مَنْ اِنْ تَأْمَنْهُ بِقِنْطَا رٍ يُّؤَدِّهٖۤ اِلَيْكَ ۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اِنْ تَأْمَنْهُ بِدِيْنَا رٍ لَّا يُؤَدِّهٖۤ اِلَيْكَ اِلَّا مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِمًا ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْا لَيْسَ عَلَيْنَا فِيْ الْاُ مِّيّٖنَ سَبِيْلٌ ۚ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ

“Dan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikan kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang yang buta huruf (maksudnya orang Arab).” Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 75)

Sifat buruk Yahudi ini juga menimpa kita, bila berhutang segera kembalikan.
Keyakinan Yahudi bahwa mereka tidak berdosa bila ambil harta orang lain (arab). Padahal keyakinan ini adalah kedustaan atas nama Allah.

📍Dalil lainya adalah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَا قَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةً ۚ يُحَرِّفُوْنَ الْـكَلِمَ عَنْ مَّوَا ضِعِهٖ ۙ وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖ ۚ وَلَا تَزَا لُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَآئِنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا صْفَحْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 13)

Yahudi itu ingin kembali ke Madinah.
Mereka punya koin dengan peta yang meliputi (Palestina dan Madinah)

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?