6 menit membaca

📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 05*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 15 Shafar 1447H /10 Juli 2025

Kita baca mulai ayat 6,

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهاداً (6) وَالْجِبالَ أَوْتاداً (7) وَخَلَقْناكُمْ أَزْواجاً (8) وَجَعَلْنا نَوْمَكُمْ سُباتاً (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِباساً (10) وَجَعَلْنَا النَّهارَ مَعاشاً (11) وَبَنَيْنا فَوْقَكُمْ سَبْعاً شِداداً (12) وَجَعَلْنا سِراجاً وَهَّاجاً (13) وَأَنْزَلْنا مِنَ الْمُعْصِراتِ مَاءً ثَجَّاجاً (14) لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَباتاً (15) وَجَنَّاتٍ أَلْفافاً (16)

Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kalian berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kalian tujuh buah (langit) yang kokoh,  dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat.

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

Kami bangunkan di atas kalian langit-langit yang sangat kokoh, kuat, keras dan kami jaga dengan kekuasaan Kami dan dijadikan sebagai atap bagi bumi. Di dalamnya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Dan salah satu manfaat tersebut adalah matahari.

Kalau ada pertanyaan dimanakah langit yang tujuh itu? Itu adalah alam yang Allah ciptakan (bukan hanya langit yang bisa kita lihat).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَا قًا
“yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 3)

Jarak satu langit ke langit lainnya adalah 500 tahun perjalanan.

Di atas langit ke tujuh, adalah penutup semua yaitu Arsy makhluk Allah yang paling besar.

Allah bersemayam di atas Arsy – bukan dimaknai Allah menempel Arsy karena Allah tidak menyatu dengan makhluk ciptaan Allah.

Dalam hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ فِي الكُرْسِيِّ إِلَّا كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضٍ فَلَاةٍ، وَفَضْلُ العَرْشِ عَلَى الكُرْسِيِّ كَفَضْلِ تِلْكَ الفَلَاةِ عَلَى تِلْكَ الحَلْقَةِ

“Tujuh langit itu dibandingkan dengan Kursi tidak lebih besar daripada sebuah cincin yang dilemparkan di padang luas. Dan keagungan ‘Arsy dibandingkan dengan Kursi seperti keagungan padang luas itu dibandingkan cincin tersebut.”
(HR. Ibnu Hibban, Al-Baihaqi, dan selainnya – dinilai hasan oleh Al-Albani)

Pelajaran,

1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala ada di langit.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَآءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَ رْضَ فَاِ ذَا هِيَ تَمُوْرُ 
“Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 16)

2. Langit sangat kuat,kokoh dan tidak mudah hancur.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَآءُ ۚ بَنٰٮهَا 
“Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?”
(QS. An-Nazi’at 79: Ayat 27)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰٮهَا 
“Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,”
(QS. An-Nazi’at 79: Ayat 28)

Ayat selanjutnya,

{وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا}
dan Kami jadikan pelita yang amat terang. (An-Naba: 13)

Allah matahari sebagai سِرَاجًا = cahaya, dan ini nikmat bagi makhluk karena sangat diperlukan oleh makhluk.

Sifat matahari وَهَّاجًا = panas yang bermanfaat untuk makhluk sehingga tumbuhan dan buah menjadi matang.
Dan tentu ada banyak manfaat lain.

Ketika Allah sebutkan langit sebagai atap bagi bumi, Allah sebut ada manfaat yang banyak. Ketika Allah melihat ke langit terlihat yang besar adalah matahari.

Nikmat matahari adalah nikmat yang besar.

وَجَعَلَ ٱلۡقَمَرَ فِيهِنَّ نُورٗا وَجَعَلَ ٱلشَّمۡسَ سِرَاجٗا ١٦

Artinya:
“Dan Dia menjadikan bulan di antara (tujuh langit itu) sebagai cahaya, dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang terang benderang).”
(QS Nuh: 16)

Ayat selanjutnya

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَأَنزلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا}
dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah. (An-Naba: 14)

Hubungan dengan ayat 13, adalah sangat kuat. Keadaan langit sesuai peraturan Allah, salah satu adalah turun hujan.

Sebagaimana firman Allah,

أَنَّا صَبَبۡنَا ٱلۡمَآءَ صَبّٗا ٢٥

“Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit) dengan curahan yang deras.”
(QS ‘Abasa: 25)

Ayat ini menggambarkan nikmat Allah kepada manusia, yaitu turunnya hujan yang menjadi sumber kehidupan.

ٱللَّهُ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهُۥ كِسَفٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۢ خِلَٰلِهِۦۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ٤٨

“Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan. Kemudian Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka apabila hujan itu menimpa hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, seketika itu mereka bergembira.”
(QS Ar-Rum: 48)

Ayat ini menegaskan kekuasaan Allah dalam mengatur siklus hujan, dari hembusan angin hingga turunnya air yang menjadi sumber kehidupan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا

supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, An Naba ayat 15.

Biji-bijian dan tumbuhan bermanfaat untuk makanan manusia dan binatang ternak.

Qs qaf ayat 9

وَنَزَّلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ مُّبَٰرَكٗا فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ جَنَّٰتٖ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ ٩
“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.”
(QS Qaf: 9)

فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا (27) وَعِنَبًا وَقَضْبًا (28) وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا (29) وَحَدَائِقَ غُلْبًا (30) وَفَاكِهَةً وَأَبًّا (31) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ (32)

lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-mayur, zaitun dan pohon kurma. kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenangan kalian dan untuk binatang-binatang ternak kalian.
Abasa 27-32

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا
dan kebun-kebun yang lebat? (An-Naba: 16)

Dalam kebun yang rimbun terdapat buah-buahan yang lezat.

Allah yang melimpahkan berbagai kenikmatan yang tidak bisa diperkirakan ukurannya dan tidak bisa dihitung jumlahnya. Maka bagaimana mungkin banyak manusia yang mendustakan khabar dari Allah.

Ini adalah bukti bahwa Allah juga mampu untuk membangkitkan manusia di hari akhirat kelak. Ini untuk membantah orang-orang musyrik yang mendustakan hari kebangkitan.

✅ Faidah.

1. Bumi sebagai hamparan – salah satu nikmat Allah, bumi cocok untuk para makhluk untuk tinggal di dalamnya. Allah mampu menciptakan bumi yang lain. Sehingga manusia harus merendah dihadapan Allah.
2. Jadikan makhluk berpasangan, ini adalah nikmat bagi manusia. Pasangan sejenis dan beda kelamin. Bila kelamin sejenis maka menyelisihi Allah.
3. Allah jadikan sistem tidur agar manusia bisa istirahat.

Orang yang begadang itu berarti menyalahi nikmat Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَا نَ مِيْقَا تًا 
“Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,”
(QS. An-Naba’ 78: Ayat 17)

Arti مِيْقَا تًا adalah sudah ditentukan.

Ayat ini adalah jawaban dari pertanyaan Allah pada awal surat ini yaitu terkait berita besar, hari kiamat.

Ini seperti pada ayat..

إِنَّ يَوۡمَ ٱلۡفَصۡلِ مِيقَٰتُهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٤٠

“Sesungguhnya hari keputusan itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya.”
(QS Ad-Dukhan: 40)

Dan Allah siapkan neraka buat orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad. Mayoritas ahli tafsir Al Haqab itu bermakna 80 tahun.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَا جًا 
“(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,”
(QS. An-Naba’ 78: Ayat 18)

Yaitu hari yang waktu itu ditiupkan sangkakala dan manusia datang berkelompok – kelompok dan yang menjadikan manusia rasa takut yang mampu jadikan anak kecil beruban dan hati gelisah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَا نَتْ اَبْوَا بًا 
“dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,”
(QS. An-Naba’ 78: Ayat 19)

Gunung berdebu beterbangan, langit terbelah.

وَيَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَٰمِ وَنُزِّلَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا ٢٥

“Dan (ingatlah) pada hari ketika langit terbelah oleh gumpalan awan, dan diturunkanlah malaikat dengan penurunan yang banyak.”
(QS Al-Furqan: 25)

وَيَوۡمَ نُسَيِّرُ ٱلۡجِبَالَ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ بَارِزَةٗ وَحَشَرۡنَٰهُمۡ فَلَمۡ نُغَادِرۡ مِنۡهُمۡ أَحَدٗا ٤٧

“Dan (ingatlah) pada hari ketika Kami perjalankan gunung-gunung, dan engkau akan melihat bumi itu datar dan jelas, dan Kami kumpulkan seluruh (manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.”

Dalam surat Al Haqqah..

16. وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِيَ يَوۡمَئِذٖ وَاهِيَةٞ
Dan terbelahlah langit, maka pada hari itu langit menjadi rapuh.

17. وَٱلۡمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرۡجَآئِهَاۚ وَيَحۡمِلُ عَرۡشَ رَبِّكَ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَئِذٖ ثَمَٰنِيَةٞ
Dan para malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Pada hari itu delapan (malaikat) menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

Dalam surat Al Hajj ayat 1-2.

1. يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ إِنَّ زَلۡزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَيۡءٌ عَظِيمٞ
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya guncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar.

2. يَوۡمَ تَرَوۡنَهَا تَذۡهَلُ كُلُّ مُرۡضِعَةٍ عَمَّآ أَرۡضَعَتۡ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمۡلٍ حَمۡلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٞ
(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya, setiap perempuan yang menyusui akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk; tetapi azab Allah itu sangat keras.

Dijalankan gunung seperti fatamorgana.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّ سُيِّرَتِ الْجِبَا لُ فَكَا نَتْ سَرَا بًا 
“dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.”
(QS. An-Naba’ 78: Ayat 20)

Yang paling besar di bumi adalah gunung.

Ketika Allah jalankan gunung seperti fatamorgana,
1. Dihancurkan seperti firman Allah.
وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِيَ يَوۡمَئِذٖ وَاهِيَةٞ ١٤

“Dan terbelahlah langit, maka pada hari itu langit menjadi rapuh.”
(QS Al-Haqqah: 14)

2. Dijadikan debu yang beterbangan

Orang-orang kafir berhak dapat balasan yang pedih atas perbuatan mereka.
Allah tidak mendzalimi mereka tetapi mereka yang dzalim atas diri sendiri.

1. Tidak percaya adanya hari pembalasan.
2. Tidak percaya balasan Allah, sehingga malas beramal.
3. Mendustakan ayat-ayat Allah dengan dusta yang nyata.
4. Mereka menantang Allah dengan apa yang Allah turunkan (Nabi dan ayat).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَا بًا
“Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.”
(QS. An-Naba’ 78: Ayat 30)

Ini adalah siksaan yang paling sadis.

Semoga bermanfaat.

#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #surga #neraka #nikmat #annaba

$$##-aa-##$$

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?