PERUSAK JIWA & RAGA
*PERUSAK JIWA & RAGA*
Ustadz Ali Nur, Lc
2 Muharam 1447H/28 Juni 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Ustadz memulai dengan khutbah hajjah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَـكُمْ عَدُوٌّ فَا تَّخِذُوْهُ عَدُوًّا ۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ
“Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”
(QS. Fatir 35: Ayat 6)
Dan iblis sudah berjanji menyesatkan manusia,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ثُمَّ لَاٰ تِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَا نِهِمْ وَعَنْ شَمَآئِلِهِمْ ۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ
“kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 17)
Saat itu iblis sudah menggunakan kata mereka padahal saat itu manusia hanya ada satu yaitu Nabi Adam alaihissalam.
Prioritas tertinggi iblis adalah menjadikan manusia terjatuh pada kesyirikan, yang akan menyebabkan manusia masuk neraka selamanya bila mati dalam keadaan kesyirikan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
“Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 116)
Dua senjata iblis – lalai (tafrit) dan (ifrat) semangat berlebihan tanpa ilmu yang akhirnya jatuh pada kebid’ahan.
Ambillah pelajaran pada tiga pemuda yang merasa kurang dalam ibadah dan di ingin lebih daripada ibadah yang Nabi ﷺ lakukan.
Terdapat sebuah hadits:
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوْتِ أزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَسْأَلُوْنَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أُخْبِرُوْا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوْهَا، وَقَالُوْا: أَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ وَقدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. قَالَ أَحَدُهُمْ: أَمَّا أَنَا فَأُصَلِّيْ اللَّيْلَ أَبَداً، وَقَالَ الْآخَرُ: وَأَنَا أَصُوْمُ الدَّهْرَ أَبَداً وَلَا أُفْطِرُ، وَقَالَ الْآخَرُ: وَأَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَداً.
فَجَاءَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ، فَقَالَ: أَنْتُمُ الَّذِيْنَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا؟ أَمَا وَاللهِ إِنِّيْ لَأَخْشَاكُمْ لِلهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّيْ أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
Dari Anas Radhiyallahu anhu ia berkata, “Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi ﷺ untuk bertanya tentang ibadah Beliau ﷺ . Lalu setelah mereka diberitahukan (tentang ibadah Beliau ﷺ ), mereka menganggap ibadah Beliau itu sedikit sekali. Mereka berkata, “Kita ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Nabi ﷺ ! Beliau ﷺ telah diberikan ampunan atas semua dosa-dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang.” Salah seorang dari mereka mengatakan, “Adapun saya, maka saya akan shalat malam selama-lamanya.” Lalu orang yang lainnya menimpali, “Adapun saya, maka sungguh saya akan puasa terus menerus tanpa berbuka.” Kemudian yang lainnya lagi berkata, “Sedangkan saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan menikah selamanya.”
Kemudian, Rasulullah ﷺ mendatangi mereka, seraya bersabda, “Benarkah kalian yang telah berkata begini dan begitu? Demi Allah! Sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling taqwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku juga berbuka (tidak puasa), aku shalat (malam) dan aku juga tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka, barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bila syetan gak mampu menggoda manusia jatuh pada kekufuran, maka syetan goda pada kelalaian, kemalasan dll.
Sebenarnya iblis saat itu musuh nya Adam namun karena saking hasad nya maka semua keturunan Adam juga dimusuhi.
Hasad ada setiap manusia.
Iblis juga ingin merusak jiwa dan raga (fisik) manusia. Rasulullah ﷺ pernah mengalami – saat Rasulullah ﷺ sholat beliau ﷺ membentangkan tangannya.
Dalam sebuah hadits,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
“إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الْجِنِّ تَفَلَّتَ عَلَيَّ الْبَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلَاةَ، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ، حَتَّى تُصْبِحُوا فَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ، فَذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِي سُلَيْمَانَ: رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي، فَرَدَّهُ اللَّهُ خَاسِئًا”
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Ifrit dari kalangan jin mendatangi dan ingin mengganggu shalatku tadi malam.Lalu Allah memberiku kekuatan untuk menangkapnya. Aku ingin mengikatnya pada salah satu tiang masjid, agar kalian semua dapat melihatnya pada pagi hari.Tetapi aku teringat doa saudaraku Sulaiman (yang berkata):
‘Ya Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak layak bagi siapa pun setelahku.’Maka aku melepaskannya, dan Allah mengusirnya dalam keadaan hina.”
HR Muslim.
Syetan juga menakuti manusia melalui mimpi.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
> “الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ مِنَ اللَّهِ، وَالْحُلُمُ مِنَ الشَّيْطَانِ…”
“Mimpi yang baik berasal dari Allah, sedangkan mimpi buruk berasal dari setan…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits lain,
“الرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ: فَرُؤْيَا صَالِحَةٌ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ، وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ”
“Mimpi itu ada tiga macam: mimpi baik (yang membawa kabar gembira) dari Allah,
mimpi yang membuat sedih dari setan,
dan mimpi yang berasal dari diri sendiri (pikiran/angan-angan).”
(HR. Muslim )
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
> “فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَلْيَتْفُلْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا، وَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا، فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ”
“Jika salah seorang dari kalian melihat mimpi yang tidak disukainya,
maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari setan, meludah kecil ke sebelah kirinya tiga kali, dan jangan menceritakan mimpi itu kepada siapa pun.
Maka mimpi itu tidak akan membahayakannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain – mimpi buruk diceritakan kepada orang yang disayangi..
Mimpi buruk – meludah kecil ke kiri, memohon pertolongan kepada Allah, merubah posisi.
Syetan juga berkeinginan untuk membakar manusia..
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
“أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ إِذَا رَقَدْتُمْ، فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ تُجِرُّ الْفَتِيلَةَ فَتُحْرِقُ أَهْلَ الْبَيْتِ”
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Padamkanlah lampu-lampu kalian ketika hendak tidur,
karena sesungguhnya tikus (fuwaysiqah) dapat menyeret sumbu lampu dan membakar rumah beserta penghuninya.” HR Muslim
Syetan tidak membiarkan kita sampai detik-detik kita akan meninggal.
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah ketika sedang sakaratul maut, putranya berkata:
“Wahai Ayah, ucapkan: ‘Laa ilaaha illallah.'”
Lalu Imam Ahmad menjawab:
“Belum, belum (bukan sekarang), tidak, tidak.”
Ketika sadar, beliau menjelaskan:
“Sesungguhnya syetan datang kepadaku dan berkata:
‘Wahai Ahmad, kamu telah selamat dariku!’
Maka aku menjawab: ‘Belum, belum!’.”
Maksudnya syetan ingin menjerumuskan Imam Ahmad.
Dan Nabi Muhammad ﷺ ajarkan doa,
اللهم أعني على سكرات الموت، وأعني على الشيطان أن لا يضلني عند الموت
“Ya Allah, tolonglah aku dalam menghadapi sakaratul maut, dan lindungilah aku dari godaan syetan agar tidak menyesatkanku saat kematian.”
Bahkan sejak lahir syetan sudah ganggu,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
“مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّهِ، إِلَّا مَرْيَمَ وَابْنَهَا.”
“Setiap anak yang lahir pasti disentuh oleh syetan ketika ia lahir, hingga ia menangis keras karena sentuhan syetan itu, kecuali Maryam dan anaknya (Isa ‘alaihimassalam).” HR Bukhari dan Muslim.
❗Syetan serius memusuhi kita namun kitanya sendiri yang gak serius memusuhi syetan.
Nabi ﷺ bersabda,
“الطَّاعُونُ وَخْزُ أَعْدَائِكُمْ مِنَ الْجِنِّ، وَفِي كُلٍّ شَهَادَةٌ”
“Tha’un adalah tusukan musuh-musuh kalian dari kalangan jin, dan pada setiap orang yang wafat karena itu terdapat pahala syahid.”
(HR. Ahmad, sanadnya hasan menurut sebagian ulama seperti Ibnu Hajar dan Al-Hakim)
Syetan juga ganggu makan kita.. Kalau kita lupa baca Bismillah, maka syetan ikut makan… Kalau lupa doa di awal maka baca doa di tengah – Bismillah Awalahu wa akhirahu.
Makanan yang jatuh juga dikutip supaya tidak dimakan syetan.
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu:
“إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ.
وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ.
وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika seseorang masuk rumah lalu menyebut nama Allah (mengucap Bismillah) saat masuk dan saat makan, maka syetan berkata:
‘Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.’
Namun jika ia masuk rumah tanpa menyebut nama Allah, syetan berkata:
‘Kalian dapat tempat bermalam.’
Dan jika tidak menyebut nama Allah saat makan, syetan berkata:
‘Kalian dapat tempat bermalam dan makan malam juga.’” HR Muslim
🔹Syetan juga bisa membuat manusia kesurupan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَـٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ…”
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan karena penyakit gila (kesurupan).”
(QS. Al-Baqarah: 275)
Maka berusahalah dengan segala daya untuk melawan godaan dan gangguan syetan dari sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ.
Yaitu dengan berdoa, salah satu nya.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. HR. Tirmidzi
Juga berusaha berteman dengan orang sholeh.
Iblis – dari kelompok jin dan hanya ada satu yang diberi usia sampai hari kiamat. Tentara iblis adalah syetan.
Jin termasuk makhluk Allah ada yang muslim dan ada yang kafir.
Syetan itu sifat. Bisa manusia atau jin.
Perhatikan pidato iblis di hari kiamat kelak.
Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut:
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢)وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ (٢٣)
“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih”.
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka” (QS Ibrahim : 22-23)
Semoga bermanfaat.
#syetan #ujub #bisikan #istiqomah #doa
##$$-aa-$$##

