10 SEBAB LAPANG DADA -7
Diterbitkan pertama kali pada: 15-Des-2024 @ 13:06
7 menit membaca📜 *10 SEBAB LAPANG DADA -7*
✒️Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
13 Jumadil Akhir 1446H/15 Desember 2024
Ustadz memulai dengan khutbah hajah,
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
Adapun selanjutnya, sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Quran), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (dalam agama), dan setiap yang diada-adakan itu bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
HR Nasai, Muslim.
➡️ *7. Keberanian memberi pengaruh pada perasan yang mendalam pada ketenangan qalbu*. Beda dengan sifat pengecut.
Sifat pengecut menarik kepada pemiliknya pada kesulitan hidup. Karena masuknya rasa was-was yang masuk pada dirinya.
Sikap keberanian adalah salah satu sifat yang membuat kuatnya iman.
Hal ini bisa kita lihat pada para nabi, terutama ulul azmi.
Nabi Ibrahim ketika dilempar ke api, menolak pertolongan malaikat tapi hanya bersandar kepada pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pada saat Nabi Ibrahim diletakkan di ujung manjaniq, ia dalam keadaan terbelenggu dengan tangan di belakang. Kemudian kaumnya melemparkan Nabi Ibrahim ‘alaihissallam ke dalam api, dan ia pun berkata: “Cukuplah Allah ‘Azza wa Jalla bagi kami, dan Dia sebaik-baik Penolong”.
Nabi Musa dan kaumnya ketika dikejar pasukan Fir’aun, tetap tenang karena akan datang nya pertolongan Allah.
Maka Fir’aunpun mengumpulkan bala tentaranya dan berjalan menuju arah yang dilalui oleh Musa, yaitu laut merah:
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul“. [As-Syu’ara/26: 61].
Lautan dihadapan kita, jika kita melewatinya maka kita akan tenggelam padanya, sementara Fir’aun dan kaumnya berada di belakang kita, jika kita berhenti maka mereka akan menangkap kita. Maka Musa menegaskan dengan lisan seorang mu’min yang yakin dan percaya dengan janji, pertolongan dan rahmat Tuhannya:
قال الله تعالى : قَالَ كَلَّآۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ
“Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku“. [As-Syu’ara/26: 62]
Pada saat Nabi Musa telah sampai di lautan maka Allah memerintahkan kepadanya untuk memukul laut tersebut dengan tongkatnya, maka lautan tersebut terpecah menjadi dua belas jalan, air berubah mejadi tanah.
Begitu juga Nabi Isa, Nabi Nuh dengan berani dalam berdakwah.
Dan Nabi kita Muhammad ﷺ ketika ditolak dakwah di Thaif, menolak bantuan malaikat penjaga gunung dan malah berharap ada keturunan Thaif yang beriman kelak.
Ustadz sering menasihati orang-orang yang sering merasa was-was untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Was-was adalah hasil dari lemah iman dan buruknya hubungan dengan Allah.
Rasa was-was berlebihan itu dibisikkan oleh syetan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَآءَهٗ ۖ فَلَا تَخَا فُوْهُمْ وَخَا فُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 175)
✅ *Takut pada makhluk maka kita lari dari makhluk, tetapi takut kepada Allah malah harus mendekati Allah.*
Nabi ﷺ ajarkan doa agar terhindar dari was-was berlebihan yang dibaca di pagi dan petang, dari sahabat Abu Said al Khudri.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani, wal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhola’id-daini wa gholabatir-rijaal.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan (gelisah, was-was) dan kesedihan, lemah dan malas, kikir dan penakut/pengecut, lilitan hutang dan penindasan orang. HR. Bukhari
Pemalas adalah sifat yang paling dominan dari orang munafik.
Ulama mengatakan – Hutang itu meresahkan di malam hari dan kehinaan di siang hari. Termasuk kehinaan adalah orang yang menghutangi adalah orang yang dikenal.
➡️ *8. Menjauhkan penyakit Qalbu.*
Penyakit Qalbu sangat mempengaruhi pemiliknya.
Qalbu ada dua
1. Amalan baik – ikhlas, dll
2. Amalan buruk – suka mewah, suka dunia, suka terkenal
Penyakit Qalbu – contohnya hasad – ingin hilangnya nikmat orang lain.
Dengki – dia ambil paksa nikmat orang lain agar hilang dari orang lain.
✅ *Obat hasad dan dengki dalam sifat qona’ah.*
1. Rela dengan pemberian Allah walaupun tidak cukup.
2. Mencukupkan dengan yang ada.
3. Tidak mencari dari yang tidak ada.
Sifat penyakit Qalbu Allah sebutkan antara lain dalam ayat berikut.
ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ وَزِينَةٌۭ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌۭ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَـٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّۭا ثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمًۭا ۖ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۭ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Surat Al-Hadid (57) Ayat 20
🔸Penyakit Qalbu lainnya adalah Al kibr – sombong.
Dan lebih parah adalah sambil mencela.
🔸Penyakit Qalbu lain adalah ujub. Hal ini seperti Qarun, Fir’aun.
Qarun – Dia berkata dengan nada sombong dan angkuh, sebagaimana diceritakan dalam ayat (yang artinya), “Dia (Qarun) berkata, ‘Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.’…” (QS. al-Qashash: 78).
Allah Azza wa Jalla menceritakan percapakan, perdebatan dan saling mengadu argumentasi antara Fir’aun dan Nabi Musa Alaihissallam . Allah Azza wa Jalla juga menyebutkan hujjah-hujjah (argumentasi) yang ditegakkan (didatangkan) oleh kalîmullah Musa Alaihissallam kepada Fir’aun, yang merupakan hujjah-hujjah (argumentasi) yang bersifat maknawi kemudian hujjah-hujjah yang bersifat hissi (yang bisa diindra).
Ini dilakukan karena Fir’aun mengingkari Rabb Yang Maha Pencipta lagi Mahatinggi dan bahkan dia mengaku dirinyalah sebagai tuhan yang harus disembah. Allah Azza wa Jalla berfirman:
فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ﴿٢٣﴾ فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
lalu dia mengumpulkan (pembesar-pembesar), lalu berseru memanggil kaumnya. (seraya) berujar, ’Akulah ilahmu (sesembahanmu) yang paling tinggi.’ [An-Nâzi’ât/79:23-24]
🔸Penyakit lain adalah syubhat..
Al Quran adalah sebagai obat. Dengan Tadabur yang benar, penyakit Qalbu akan hilang. Didalam nya ada kisah-kisah orang-orang yang Qalbu nya baik. Contohnya kisah nabi Yusuf.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَـٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
Surat Yusuf (12) Ayat 24
Begitu juga kisah dalam sunnah, Rasulullah ﷺ kehilangan 6 anak selama beliau ﷺ hidup.
Dalam Al Qur’an juga terdapat kisah hebat dari dakwah para nabi.
Mudah membelinya, salah satu obat nya adalah tauhid (Uluhiyyah dan Rububiyah) serta baca kisah-kisah dalam Al Qur’an dan Sunnah.
Al Quran menyembuhkan penyakit-penyakit Qalbu yang inginkan keburukan menjadi Qalbu yang punya keinginan yang baik.
Al Qur’an memberikan gizi untuk hati. Sehingga Qalbu menjadi kuat dan bisa menahan sesuatu yang membahayakan Qalbu.
Baca Al Qur’an
Tadabur
Dzikri.
➡️ *9. Meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat*
Misal scroll medsos.
Kalau ingin mendapatkan ilmu yang mumpuni, dengan duduk di majelis ilmu.
Yang di medsos adalah hanya motivasi.
Sebab lain – berbicara terlalu banyak
Jaga telinga dari terlalu banyak dengar
Jangan lisan jangan terlalu bicara.
Sibukkan hati dengan hal yang bermanfaat.
Latih diri untuk tidak masuk pada perkara yang tidak penting untuk diri kita.
Bertekad untuk mengatur diri, untuk perbaiki diri sendiri. Perhatian pada adab.
Pegang HP itu yang bisa mengawasi adalah rasa takut kepada Allah. Harus kita tanamkan pada diri bahwa Allah selalu awasi kita.
➡️ *10. Baik dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ*
Baik dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, dan berusaha menyempurnakan dalam Ittiba.
Karena kita ikuti orang yang paling baik, paling lapang dada dst.
Jangan menjadi orang yang paling lancang kepada Allah saat di ruang rahasia (saat sendirian).
Sebagaimana maksiat saat rahasia itu hapus pahala, beramal saat sendirian itu menaikkan derajat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَنْ خَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِا لْغَيْبِ وَجَآءَ بِقَلْبٍ مُّنِيْبِ
ٱدْخُلُوْهَا بِسَلٰمٍ ۗ ذٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُوْدِ
لَهُمْ مَّا يَشَآءُوْنَ فِيْهَا وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ
“(Yaitu) orang yang takut kepada Allah Yang Maha Pengasih, sekalipun tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masuklah ke (dalam surga) dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki, dan pada Kami ada tambahannya.”
(QS. Qaf 50: Ayat 33-35)
Tiga dari tujuh golongan yang dapat naungan di hari akhirat adalah amalan rahasia.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دعته امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala. Yaitu:
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala
3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
✅5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.
✅6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
✅7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata. HR Bukhari dan Muslim.
Besarnya Ittiba kita sesuai dengan besar lapang dada nya kita.
Semoga bermanfaat.
#lapangdada #salaf #sunnah #tauhid #mukmin #ilmu #sedekah #ihsan #rahasia
#Ittiba
$$##-aa-##$$

