Diterbitkan pertama kali pada: 12-Des-2023 @ 15:50

4 menit membaca

*TALBIS IBLIS-5*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
28 Jumadil Awal 1445H / 10 Des 2023

Talbis iblis karya Al Imam Ibnul Jauzi.

✅➡️ Talbis iblis bagi orang-orang yang ber amar ma’ruf nahi munkar.

🔸Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ}

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. (Ali Imran: 110)

{تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ}

menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imran: 110)

🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 104)

🔸Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,”Barang siapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman’.”

📍Talbis iblis pada Pelaku Nabi Munkar. .

1️⃣ Orang Alim – Iblis masuk lewat pintu dakwah tapi riya dan ujub.
Kadang pendakwah ada yang bergaya supaya dilihat banyak orang.
Ada juga yang nahi munkar dengan marah karena dirinya (bukan karena Allah).

Maka sangat sulit untuk berantah-bantahan karena Allah, kadang terkenal bisikan iblis untuk membela dirinya.

2️⃣ Orang tidak berilmu. Bisa jadi yang diingkari sebenarnya bukan kemungkaran.
Misal masalah fiqih, dan kemungkaran tersebut khilaf.

Adapun menjelaskan kemungkaran dengan pendapat mana yang lebih kuat itu boleh.

Kadang orang nahi munkar dengan merusak pintu.

Nahi munkar harus sabar, tahan emosi.

Kadang orang yang kurang ilmu melakukan nahi munkar tetapi membuka hal yang seharusnya ditutupi (misalnya aib).

Imam Ahmad – kalau mau nahi munkar tetapi malah akan didzalimi maka sebaiknya jangan dilakukan.

Bisa jadi orang yang kita anggap lakukan maksiat ternyata sudah taubat, bisa jadi mereka lebih baik daripada kita sendiri.

Orang yang paling kita lembutin dalam nahi munkar adalah para pengusaha.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Musa untuk nasihati Fir’aun.

فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًۭا لَّيِّنًۭا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.
Surat Ta-Ha (20) Ayat 44

Setan juga membisikkan kepada orang bahwa yang nahi munkar hanya ahli ilmu ulama).

📍📍Sesungguhnya orang yang ber nahi munkar adalah sedang menasihati dirinya sendiri.

✅➡️ Talbis iblis pada ahli zuhud

Salah satu talbis Iblis atas orang-orang zuhud adalah memalingkan mereka dari Jalan ilmu yang shahih dengan dalih sibuk merealisasikan Kezuhudan. Dengan begitu, mereka sudah menukarkan sesuatu yang hina dengan sesuatu yang mulia. Mengapa bisa demikian? Karena manfaat yang dihasilkan orang zuhud sebatas untuk dirinya sendiri. Sedangkan manfaat yang diberikan orang alim dapat dirasakan banyak pihak. Betapa banyak orang alim yang berhasil mengembalikan ahli ibadah yang tersesat ke jalan yang benar. 

Dunia itu secara dzat tidak tercela tapi yang tercela adalah sifat orang terhadap dunia tersebut.

Iblis bisikan orang yang tinggalkan dunia dengan pergi ke gunung, ibadah sendiri, tidak sholat jama’ah, tidak sholat jumatan.

Ada orang yang ikuti orang sholeh pergi ke gunung dengan meninggalkan hak-hak orang, ada yang durhaka kepada orang tua nya dst.

🔸Kata Ibnul Jauzi, yang tercela itu.
1. Ambil dunia dengan cara haram.
2. Ambil dunia secara berlebihan.
3. Ambil dunia dengan hawa nafsu.

✅ Definisi.

❌Zuhad bukan berarti tinggalkan yang mubah.

Zuhud – tinggalkan yang tidak manfaat di akhirat.

Wara – tinggalkan sesuatu yang mungkin ada mudharat di akhirat. Konsekuensi nya adalah tinggalkan yang haram dan syubhat.

🔸Talbis Iblis lainnya terhadap mereka adalah membuat mereka meyakini bahwa zuhud itu meninggalkan segala hal mubah. Maka dari itulah beberapa dari mereka hanya makan roti gandum, sebagiannya tidak pernah merasakan buah-buahan, dan selainnya menyedikitkan porsi makan hingga tubuhnya kurus-kering, atau menyiksa diri dengan memakai pakaian kulit yang kasar, atau tidak mau minum air yang bersuhu dingin. 

📍Semua itu bukanlah ajaran Rasulullah ﷺ, bukan pula ajaran para Sahabat dan Tabi’in. Mereka ini menahan lapar hanya ketika tidak ada makanan. Adapun apabila memiliki makanan, mereka pun makan. 

Rasulullah ﷺ makan daging dan menyukainya, makan ayam, menyukai yang manis-manis, dan suka menyegarkan diri dengan air dingin.

🔸Suatu hari, seorang laki-laki berkata: “Aku tidak makan khabish sebab tidak mampu mensyukurinya.” Mendengar perkataan tersebut, al-Hasan al-Bashri pun berkata: “Dia orang bodoh. Apa dia mampu mensyukuri nikmat air dingin?” 

Sufyan ats-Tsauri setiap kali bepergian selalu membawa daging panggang dan faludzaj (sejenis makanan dari kurma). 

🔸Setiap orang harus tahu bahwa jiwanya tidak ubahnya hewan tunggangan (tubuh kita). Hewan tunggangan mesti diperlakukan lemah lembut agar dapat mengantarkan ke tempat tujuan. Ambillah apa yang bermanfaat bagi jiwa dan tinggalkanlah yang menyakitinya, seperti terlalu kenyang setelah makan atau berlebihan mengkonsumsi sesuatu yang diinginkan, karena ini mengganggu raga dan agama. 

📍Talbis Iblis berikutnya terhadap orang zuhud adalah membuat mereka meyakini hakikat zuhud berupa merasa cukup dengan makanan dan pakaian sederhana saja. Maka mereka merasa cukup dengan yang sederhana itu, namun hati mereka terus berambisi meraih kekuasaan dan wibawa, sehingga orang-orang seperti mereka ini selalu menantikan kunjungan penguasa, hanya memuliakan orang kaya tetapi tidak acuh kepada orang miskin, berpura-pura khusyuk di hadapan orang lain seakan baru keluar dari musyahadab. 

📍Terkadang, salah seorang dari mereka ada yang sampai menolak pemberian harta, agar bisa dikatakan bahwa pada dirinya terlihat ciri kezuhudan. Padahal mereka selalu saja berharap akan kedatangan orang lain, tangan mereka ingin dicium oleh para penguasa, dan ingin mendapatkan tampuk kepemimpinan duniawi yang paling tinggi, karena puncak dari kenikmatan duniawi itu adalah mendapatkan tampuk kekuasaan pribadi. 

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?